Example floating
Berita

DKP Sulteng Dorong Restocking Ikan Sidat, Evaluasi Penebaran Nila di Danau Poso Diperlukan

×

DKP Sulteng Dorong Restocking Ikan Sidat, Evaluasi Penebaran Nila di Danau Poso Diperlukan

Sebarkan artikel ini

Faktual.net,Palu, Sulteng – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menekankan pentingnya evaluasi teknis dan kajian regulasi terkait penebaran benih ikan nila di Danau Poso. Langkah ini dinilai krusial agar pengembangan ekonomi perikanan berjalan selaras dengan pelestarian ekosistem dan keberadaan spesies ikan endemik.

Kepala DKP Provinsi Sulteng, Dr. Yopie M. I. Patiro, S.H., M.H., menjelaskan bahwa penebaran benih ikan sejatinya bertujuan positif untuk meningkatkan ketersediaan ikan konsumsi dan menggerakkan ekonomi warga.

Namun, pelaksanaannya wajib memperhitungkan daya dukung lingkungan, karakteristik perairan, serta aturan perundang-undangan.

“Khusus Danau Poso yang memiliki nilai ekologis penting, kami mendorong agar tidak ada penebaran lanjutan sebelum adanya evaluasi teknis dan kajian kesesuaian regulasi,” tegas pihak DKP Sulteng.

DKP Sulteng mendorong kolaborasi lintas sektor—meliputi Pemerintah Kabupaten Poso, instansi terkait, perguruan tinggi, hingga masyarakat—untuk memperkuat perlindungan ikan endemik. Salah satu opsi yang disarankan adalah program restocking atau penebaran kembali spesies asli Danau Poso, seperti ikan sidat, berbasis kajian ilmiah.

Baca Juga :  Satlantas Polresta Gowa Gelar Strong Point di Pos 1 Zona 2 Patung Badik, Urai Kemacetan Pagi

Selain itu, regulasi tingkat daerah seperti Perda atau Perbup perlu segera disusun untuk memperkuat payung hukum pengelolaan danau secara berkelanjutan.

Klarifikasi Agenda Penebaran Ikan

Terkait aksi penebaran benih ikan nila di Pantai Siuri Danau Poso pada Jumat pagi (16/10/2026), DKP Sulteng mengklarifikasi bahwa kegiatan tersebut murni merupakan program Pemerintah Kabupaten Poso, bukan agenda Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Aksi tersebut juga tidak masuk dalam daftar agenda resmi kunjungan kerja Gubernur Sulteng, Anwar Hafid. Kehadiran Gubernur di lokasi murni memenuhi ajakan Bupati Poso di sela-sela agenda kunker, sehingga seluruh rangkaian acara dan pertanggungjawabannya berada di bawah Pemkab Poso.

Dorong Budidaya Terkendali

Meski menekankan aspek kehati-hatian di danau terbuka, DKP Sulteng menegaskan dukungan penuh terhadap peningkatan kesejahteraan para pembudidaya.

Pengembangan budidaya ikan nila disarankan mengadopsi sistem kolam atau kawasan terkendali. Dengan begitu, peluang ekonomi masyarakat tetap terbuka tanpa mengancam keberlanjutan keanekaragaman hayati Danau Poso.***

Source : Tim Media Berani

Tanggapi Berita Ini