faktual.net, Lombok Timur, NTB. Wakil Bupati Lombok Timur, H. Mohammad Edwin Hadiwijaya, secara resmi membuka Roah Pendidikan Seni Pertunjukan Vol. 4 yang digelar Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan Universitas Hamzanwadi, Jumat (10/10) di Terminal Pancor. Kegiatan tahunan yang berlangsung hingga 11 Oktober 2025 ini mengusung tema Baswara atau Bersuara, dan menjadi ruang ekspresi mahasiswa sekaligus ajang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, serta komunitas kreatif dalam mendorong kebangkitan industri seni dan budaya di Lombok Timur.
Dalam sambutannya, Wabup H. Moh Edwin Hadiwijaya menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk bersinergi dengan perguruan tinggi, termasuk melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), agar gagasan dan karya mahasiswa sejalan dengan kebutuhan masyarakat. Ia juga menyoroti besarnya potensi industri kreatif di Lombok Timur yang dapat dikembangkan oleh mahasiswa seni, mulai dari seni pertunjukan, perfilman, tari, hingga seni rupa.
“Harapan kami, Universitas Hamzanwadi mampu melahirkan sineas, penulis, dan pelaku seni yang dapat mengangkat nama Lombok Timur ke arah yang lebih baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas Hamzanwadi, Muhammad Ali, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas keberanian mahasiswa menyelenggarakan kegiatan di luar kampus. Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk pengabdian sekaligus pembelajaran nyata di tengah masyarakat.
Lebih jauh, ia menafsirkan tema Baswara tidak hanya berarti suara, tetapi juga cahaya, simbol semangat kebangkitan industri kreatif di Lombok Timur. Dalam sambutannya, Muhammad Ali juga mengutip pernyataan Leonardo da Vinci yang menyebut “seni tidak akan pernah selesai, hanya ditinggalkan.” Ia menekankan bahwa panggung Roah Seni Pertunjukan adalah bagian dari perjalanan mahasiswa dalam mencari jati diri, berkreasi, dan berkontribusi bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Universitas Hamzanwadi menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ruang ekspresi kreatif bagi mahasiswa, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mendorong tumbuhnya industri seni dan budaya lokal di Lombok Timur.
Redaksi/Diskominfo Lombok Timur
















