oleh

Ketua Presidium JADI Sultra Kecam Caleg Kasar Terhadap Ketua KPU Wakatobi

Faktual.Net, Kendari, Sultra. Oknum Calon Anggota Legislatif (Caleg) salah satu Partai Peserta Pemilu 2019 telah diduga melakukan aksi kekerasan terhadap Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wakatobi Abdul Rajab.

Kejadian tersebut ketika Abdul Rajab sedang menjalankan tugas sebagai penyelenggara Pemilu untuk menghadiri sidang di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sultra, pada Jumat 21 Desember 2018 pukul 19.40 WITA.

Menyikapi insiden kekerasan ini, Jaringan Demokrasu Indonesia (JADI) Sultra sebagai salah satu lembaga pemantau Pemilu 2019 melalui Ketua Presidiumnya Hidayatullah, SH angkat bicara.

Kepada faktual.net, mantan Ketua KPU Sulawesi Tenggara (Sultra) ini mengeluarkan pernyataan resmi lembaganya.

1). Mengecam segala bentuk tindakan penganiayaan, kekerasan dan prilaku yang berlebihan yang dilakukan oleh oknum salah seorang Caleg terhadap Ketua KPU Wakatobi Abdul Rajab. Tindakan kekerasan fisik dan psikis ini terjadi saat yang bersangkutan sebagai seorang penyelenggara Pemilu sedang melaksanakan tugas menghadiri sidang di Bawaslu Sultra.

Baca Juga :  Muhammad Alamsyah: Menilai Hasil Verifikasi Calon Tenaga Kerja Lokal di PT VDNI dan OSS Memprihatinkan

2). Mendesak Kapolda Sultra untuk dilakukan investigasi oleh jajaran kepolisian atas peristiwa kekerasan ini. Peristiwa ini harus dilakukan penegakan hukum sebagaimana mestinya, dengan menangkap dan menahan pelaku penganiayaan tersebut.

3). Mendesak upaya yang nyata Kepada Gubernur Sultra, Para Bupati, dan seluruh unsur FORPIMDA agar memberikan jaminan keamanan, suasana yang kondusif serta perlindungan hukum agar seluruh penyelenggara Pemilu di daerah Sultra ini baik itu Jajaran KPU, Bawaslu dan tingkatan terbawah KPPS dapat melaksanakan tugas penyelenggaraan Pemilu tahun 2019 dengan suasana yang kondusif, tenang dan diliputi rasa aman. Jaminan ini agar dibuktikan dengan tindakan nyata dilapangan.

4). Atas peristiwa kekerasan tersebut dan terjadi pada kegiatan sidang Di Kantor Bawaslu Sultra, maka pihak Bawaslu Sultra agar perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh pada program pengamanan internal dalam setiap persidangan yang dilakukan, agar insiden seperti ini tidak terulang lagi.

Baca Juga :  Peluang Kerja Bagi Masyarakat Desa Taring, Untuk Di Tempatkan Di Pertashop

5). Perlunya disusun regulasi perlindungan hukum bagi setiap penyelenggara pemilu dalam melaksanakan tugasnya agar Pemilu 2019 berlangsung sukses, aman dan damai.

6). Menekankan kepada Partai Politik yang terdapat salah satu kadernya yang melakukan tindakan kekerasan tersebut untuk memeriksa dan memberikan sanksi yang seadil-adilnya.

Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Unhalu ini berharap agar kasus serupa tidak terulang lagi dimanapun dan kapanpun terhadap penyelenggara Pemilu yang sedang melaksanakan tugas demi suksesnya penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019.

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :