Faktual.Net, Jakarta Utara, DKI Jakarta-Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Koja Kota Administrasi Jakarta Utara, Alim Sori mengajak kepada para Ketua RW di wilayah Kecamatan Koja, Jakarta Utara untuk dapat proaktif apabila ada warganya yang belum dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit) oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih).
“Kami berharap RW proaktif, jangan mengandalkan sepenuhnya kepada petugas Pantarlih. RT dan RW juga diharapkan dapat memberikan informasi tentang warga setempat yang belum terdaftar atau RT dan RW proaktif berikan informasi tentang data pemilih,”ujar Ketua PPK Kecamatan Koja, Alim Sori, seusai kegiatan Sosialisasi Kepada RT/RW Terkait Pemuktahiran Data Pemilih Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provensi DKI Jakarta Tahun 2024, di lapangan serba guna RW 13, Kelurahan Koja, Minggu (14/07/2024).
Dikesempatan itu, Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Koja, M.Husni Thamrin menjelaskan dalam kegiatan pada hari ini kami mengundang para Ketua RT dan RW, LMK, FKDM terkait sosialisasi Pemuktahiran Data Pemilih Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provensi DKI Jakarta Tahun 2024,
“kita berharap temen-temen Pantarlih dilapangan pemuktahiran datanya itu maksimal jangan sampai ada warga yang belum terdata karena itu adalah hak warga Jakarta untuk memilih pasangan calonnya nanti pada 27 November mendatang.
Untuk coklit data di Kelurahan Koja hingga saat ini sudah mencapai 97 persen, dan insya Allah laporan di Minggu ketiga mencapai 100 persen. Untuk jumlah TPS di Kelurahan Koja sebanyak 44 tempat pemungutan suara (TPS) dengan jumlah pantarlih sebanyak 88 orang,”ungkapnya.
(amin)
















