faktual.net, Kendari, Sultra. Di wisuda yang ke XVII STIE 66 Kendari mendapat kunjungan dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Dr. Abdul Kahar selaku Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Kemenristek DIKTI mengatakan bahwa kunjungannya ke Sulawesi Tenggara (Sultra) khususnya STIE 66 sebagai bentuk perhatiannya terhadap Pendidikan Tinggi Swasta (PTS) di Bumi Anoa.
Dia mengatakan bahwa pemerintah perlu memberikan dukungan kepada mahasiswa sebab masih banyak anak-anak Sultra yang kalau diharapkan kuliah secara mandiri tanpa adanya beasiswa tentu masih akan kesulitan.

Dr. Abdul Kahar menyebut bahwa STIE 66 Kendari merupakan salah satu pendidikan tinggi di Sultra yang menyelenggarakan KIP Kuliah. Program KIP Kuliah ini memberikan ruang kepada anak-anak Kendari secara khusus dan anak-anak Sultra secara umum untuk dapat melanjutkan Studi di STIE 66 Kendari.
Ditambahkannya lagi bahwa PTS yang terdapat diwilayah IX masih perlu mendapat perhatian, khususnya untuk para dosen. “Saya menggugah kepada para dosen untuk segera menyelesaikan program S3, karena SDM yang bagus akan membuat perguruan tinggi swasta semakin berkualitas”, ucapa Dr Abdul Kahar.
Ditempat yang sama Drs. Andi Lukman, M.Si selaku Kepala LLDIKTI kepada media mengatakan bahwa dirinya menaungi 260 Perguruan Tinggi Swasta yang berada di Wilayah IX salah satunya adalah STIE 66 Kendari, sebuah kesyukuran baginya karena STIE 66 Kendari telah memperoleh Akreditasi dengan status baik sekali dari BANPT dan ini adalah satu-satunya di Sultra.
Andi Lukman menyebut untuk kualifikasi dosen PTS di Sultra memang masih kurang, maka LLDIKTI mempogramkan 3 agenda untuk meningkatkan sumberdaya kampus salah satunya adalah kualifikasi dosen harus ditingkatkan.
“Memang kualifikasi dosen kita di PTS masih banyak kekurangan, makanya kami mendorong untuk para dosen agar bisa meningkatkan kualifikasinya minimal S2 dan puncaknya adalah S3 dan kami sebagai pemerintah mendukungnya dengan pemberian beasiswa. Kami juga mendorong dosen untuk meningkatkan jabatan fungsionalnya dan yang tidak kalah pentingnya adalah kami mendorong kepada dosen-dosen untuk sertifikasi”, ucap Andi Lukman pada Jum’at malam, 9 Desember 2022 di salah satu rumah makan di Kendari.
Andi Lukman menyebut bahwa Untuk STIE 66 Kendari sebanyak 80 % dosennya telah memiliki sertifikasi. “Jika sudah tertifikasi tentu kesejahteraan dosen akan lebih meningkat” ucapnya.
Menjawab isu pengalihan Akreditasi dari BANPT ke LAMEMBA, Andi Lukman mengatakan bahwa ini adalah amanah Undang-Undang. “BANPT itu mengakreditasi institusi sedangkan LAMEMBA itu mengakreditasi progam studi khususnya ekonomi. Undang-undang telah mengatur bahwa semua program studi itu di akreditasi oleh Lembaga Akreditsi Mandiri”, tambahnya.
Dr. Bakhtiar Abbas selaku Ketua STIE 66 Kendari mengucapkan terima kasih kepada LLDIKTI Wilayah IX. Dirinya mngatakan bahwa keberhasilan STIE 66 selama ini karena adalanya kolaborasi yang baik antara Yayasan, Pengelola dan LLDIKTI.
“Tahun ini STIE 66 mendapat akreditasi baik sekali dari BANPT dan ini adalah pertama di Sultra untuk PTS”, kata Dr Bakhtiar Abbas.
“STIEE 66 Kendari juga telah memiliki 17 Dosen Ahli yang telah naik status menjadi Lektor, dan ini merupakan prestasi yang baik sekali”, tambahnya.
Bakhtiar Abbas mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat atas kuota KIP Kuliah. Dirinya berharap untuk tahun 2023 STIE 66 bisa memperoleh KIP Kuliah dengan kuota yang lebih besar, sebab KIP Kuliah ini membuat animo mahasiswa untuk kuliah di STIE 66 Kendari semakin besar.
Reporter : Aco RI













