oleh

Kemenaker RI Gelar Workshop Fasilitasi ATM Produktivitas Associate Member se-Sulawesi di Kota Kendari

Faktual. Net, Kendari, Sultra. Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonedia (Kemenaker RI), menggelar kegiatan Workshop Fasilitasi Alat Teknik dan Metode (ATM) Produktivitas pada Associte Member se-Sulawesi, bertempat di Same Hotel Kendari, (15-17/6/2021).

Dibuka secara virtual oleh Direktur Bina Produktivitas Kemenaker RI, Dr Ghazmahadi, ST, MM. Workshop Fasilitasi ATM bertujuan untuk mengembangkan cara-cara cerdas agar produktivitas bisa berkembang dalam kondisi apapun termasuk dalam suasana pandemi Covid-19.

“Workshop ini membahas teknik-teknik dan cara apa saja untuk meningkatkan produktivitas dengan suasana Covid-19. Kami mencoba untuk bersama stakeholder associate member, bagaimana produktivitas di instansi pemerintah dan swasta bisa mengembangkan cara cerdas agar produktivitas bisa berkembang dalam kondisi apapun,” ungkap Ghazmahadi.

Masih lemahnya daya saing produktivitas, dianggap perlu diungkit, salah satunya melalui aspek kebijakan dan layanan produktifitas.

Menurut Aris Harmanto, Koordinator Pengembangan Sistem & Metode Peningkatan Produktivitas, Direktur Bina Peningkatan Produktivitas Kemenaker RI, dari sisi kebijakan saat ini tengah direvisi dua kebijakan terkait produktivitas yaitu Perpres Nomor 50 Tahun 2005 tentang Lembaga Produktivitas dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 21 Tahun 2009 tentang Pedoman Layanan Produktivitas. Adapun kegiatan workshop kali ini menurut Aris Harmanto, konsen pada peningkatan produktivitas.

“Salah satu aspek yang kita teliti adalah kita masih belum memiliki SDM produktivitas yang banyak secara nasional, olehnya itu kami butuh dokter-dokter yang akan menjadi kader produktivitas, yang akan menjadi perpanjangan tangan untuk mengungkit masalah pembinaan produktivitas tenaga kerja, salah satunya melalui workshop ini,” urai Aris Harmanto.

Adapun unsur yang terlibat dalam workshop Fasiltasi ATM merupakan pentahelix atau pemangku kepentingan terdiri dari aspek pemerintah, dunia akademisi dan pendidikan, dunia usaha dunia industri, media dan organisasi masyarakat.

Pentahelix kedepannya, setelah ada pelatihan akan didata secara digital dalam Standar Kompetensi Produktivitas Nasional, serta tersertifikasi, yang merupakan pembuktian telah terlisensinya para kader produktivitas.

Associate Member atau kader produktivitas diharapkan bisa menjadi pencetak wirausahawan yang akan menampung tenaga-tenaga kerja baik di pasar kerja maupun wirausaha baru.

Dipilihnya Kota Kendari sebagai tuan rumah workshop sebab tiga kelembagaan Kemenaker berkedudukan di wilayah Provinsi Sultra yaitu institusi Dinas Tenaga Kerja, Balai Latihan Kerja dan Unit Pelaksana Tehnis Pusat Kemenaker BPP Kendari.

Stakeholder yang menjadi Associate Member Workshop kali ini berjumlah 70 orang, terdiri dari 4 unsur pentahelix, pemerintah, dunia pendidikan dan pelatihan, dunia usaha dunia bisnis serta media, Selanjutnya akan menjadi mitra Kemenaker untuk meningkatkan produktivitas di daerah-daerah.

Turut hadir dalam kegiatan workshop ini, adalah Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Tenggara La Ode Ali Haswandy, Kepala BLK Kendari La Ode Haji Polondu, dan Kepala Sub Bagian Tata Usaha BPP Kendari La Ode Harwijaya.

La Ode Ali Aswandy Kadis Tenaga Kerja Provinsi mengucapkan terimakasih pada Dirjen Bina Produktivitas yang telah mempercayakan Sultra sebagai tuan rumah kegiatan ini.

“Kegiatan ini kiranya memberikan dampak positif bagi daerah. Daerah meningkat produktivitasnya maka nasional juga akan meningkat produktivitasnya, ada korelasi antara peningkatan produktivitas dan dampak kesejahteraan masyarakat. Terimakasih kepada Dirjen Bina Peningkatan Produktivitas yang telah mempercayakan Sultra sebagai tempat pelaksanaan kegiatan se-Sulawesi,” urai La Ode Ali Aswandy.

Sementara itu Kepala BLK Kendari La Ode Haji Polondu berharap alumni pelatihan paska workshop bisa diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja baru. Ia pun juga menjelaskan bahwa pada tahun 2021 direncanakan sebelas paket pelatihan produktivitas masing-masing paket akan diikuti 30 orang peserta.

Laporan terkait aktivitas produktivitas juga diungkapkan oleh Kepala BPP Kendari yang diwakili oleh Sub Bagian Tata Usaha, La Ode Harwijaya.

“Sejak tahun 2012 BPP Kendari telah melakukan pembinaan produktivitas, antara lain melakukan MOU dengan pemerintah Provinsi di Sulawesi, membentuk jejaringan Forum Komunikasi Produktivitas sebagai mitra kerja BPP Kendari untuk meningkatkan produktivitas di Sultra,” jelas La Ode Harwijaya.

Tahun 2021 kegiatan terkait peningkatan produktivitas sudah dialihkan ke Balai Latihan Kerja Kendari yang sebelumnya masih menjadi tanggung jawab BPP Kendari. Sehingga saat ini BLK Kendari sedang integrasi melanjutkan perjuangan BPP Kendari, lanjut La Ode Harwijaya.

Reporter: Wa Ode Deli Yusniati

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :