faktual.net, Kendari, Sultra. Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara (DPRD Sultra) menyelenggarakan Rapat Evaluasi Semester dan Pragnosis APBD – P 2023 dengan Mitra Kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sultra yang berlangsung pada Jum’at, 18Agustus 2023 di salah satu restoran di Kota Kendari.
Sebanyak 9 orang anggota Komisi IV DPRD Sultra menghadiri acara tersebut, dari pihak OPD Pemprov Sultra dihadiri oleh Dinas Kesehatan Sultra, Dinas Sosial Sultra, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sultra, Dinas Pemuda dan Olahraga Sultra.
Diacara tersebut, Sudarmanto Saeka, SE.,M.Si yang merupakan anggota Komisi IV dari Partai Nasdem menyoroti serapan anggaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra Per Juli 2023 hanya sebesar 30 %. Sudarmanto Saeka dengan tegas mengatakan bahwa dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra fokuslah pada urusan pendidikan di Sultra.
Dengan anggaran sebesar 1,4 Triliun lebih ditahun 2023, Sudarmanto Saeka menyebut bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra adalah OPD dengan pengelolaan anggaran terbesar.
“Dari penyampaian ibu Sekdis bahwa per Juli serapan anggaran hanya mencapai 30 % dan perhari ini hanya mencapai 45 %, sangat memprihatikan. Harusnya dinas lebih fokus pada persoalan pendidikan sehingga serapan anggaran lebih maksimal”, kata Sudarmanto Saeka.
Sudarmanto Saeka menjelaskan, dari kunjungan kerjanya ke sekolah-sekolah di Kota Kendari, dia menemukan bahwa dunia pendidikan Sultra, khususnya SMA/SMK membutuhkan anggaran yang besar, tetapi anggaran tersebut belum sampai ke sekolah-sekolah.
“Kalau kita lihat, SMA/SMK masih sangat membutuhkan perbaikan infrastruktur, misal : pagar SMAN 4 Kendari yang masih rusak karena bencana puting beliung, sampai hari ini belum ada perbaikan. SMAN 12 Kendari masih sangat kekurangan ruang kelas sehingga siswanya masih harus belajar disekolah darurat, SMAN 7 Kendari yang ruang gurunya masih menggunakan kursi plastik dan banyak lagi sekolah dengan beragam persoalan”, sebutnya.
“Bersamaan dengan hal tersebut, anggaran sebesar 1.410 Miliar lebih di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra belum terserap dengan maksimal, pertanyaannya adalah apakah sisa anggaran dengan waktu 4 bulan lebih masih bisa terserap?”, tanyanya.
Maka dirinya tegas kepada dinas agar fokus dengan penanganan masalah-masalah pendidikan di Sultra. Karena dunia pendidikan Sultra ini masih mempunyai beragam masalah yang harus diselesaikan.
Kepada Dinas Kesehatan Sultra Sudarmanto Saeka berpesana agar mengedepankan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Dia menyebut bahwa ifrastruktur dan sarana prasarana kesehatan di Sultra sudah memadai semisal mega proyek Rumah Sakit Jantung Internasional.
“Saat ini infrastruktur kesehatan saya kira sudah sangat maksimal, tetapi apakah keberadaannya sudah didukung dengan keberadaan SDM yang memadai”, ucap Sudarmanto Saeka.
“Keberadaan Rumah Sakit Jantung Internasional yang telah dibangun pada pemerintahan Ali Mazi – Lukman Abunawas (AMAN) sudah sangat luar biasa, tetapi jika tidak didukung dengan SDM yang akan mengelola rumah sakit maka kita takutkan akan menjadi mangkrak”, tegas pria berambut putih tersebut.
Sudarmanto Saeka juga menyoroti keberadaan dokter spesialis jantung di pemprov Sultra yang sangat mininm, yakni hanya satu orang saja, sangat memprihatinkan.
“Yang terpenting juga adalah sekolahkan anak-anak kita untuk menjadi dokter spesialis jantung, karena dokter jantung di pemprov Sultra kan cuma satu orang, ini sangat memprihatinkan, percuma kita maksimalkan infrastruktur kalau penggeraknya tidak ada”, tegasnya.
Reporter : Aco RI














