Faktual.Net, Konsel, Sultra. Dari sekian banyak kasus kriminal yang ditangani Kepolisian Resort (Polres) Konawe Selatan (Konsel) Tahun 2019, dilatarbelakangi oleh perbuatan pelaku yang dipengaruhi minuman keras (miras).
Demikian diungkapkan Kapolres Konsel, AKBP Dedy Adrianto SE MH kepada sejumlah wartawan saat Konferensi Pers rilis di Aula rapat Polres Konsel, Selasa, 31/12/2019.
“Sejumlah kasus kriminal yang kita tangani kebanyakan pelaku dipengaruhi miras. Jadi sebelum mereka melakukan aksinya terlebihdahulu konsumsi minuman beralkohol sampai play,” terangnya.
Dikatakan, akibat konsumsi minuman beralkohol banyak munculkan kasus kriminal. Naasnya para korban, kebanyakan remaja yang masi belasan tahun. Diantaranya kasus Tindak pidana pencabulan, pemerkosaan, dan penganiayaan.
“Seperti kasus penganiayaan yang mengalami peningkatan. Tahun 2018 ada 52 kasus dan pada Tahun 2019 naik menjadi 99 kasus dan kebanyakan pelaku dipengaruhi miras. Hal itu beradasarkan hasil pemeriksaan kami dari pelaku,” katanya.
Olehnya itu, kata dia, pemberantasan peredaran minuman keras telah menjadi tugas utama Polres Konsel. Saat ini, sambung dia, anggota kepolisian telah berkali-kali melakukan kegiatan operasi miras dan berhasil mengamankan minuman tradisional maupun pabrikan.
“Berdasarkan hasil kegiatan operasi Sikat Anoa Polres Konsel belum lama ini berhasil mengamankan 456 liter minuman tradisional (Pongasi), dan 500 botol minuman pabrikan. Yang mana barang bukti tersebut sudah dimusnakan saat gelar pasukan dalam rangka operasi lilin dihadiri forkopimda dan tokoh masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, giat cipkon terus dilakukan di wilayah hukum Polres Konsel sebagai upaya antisipasi beredarnya miras jenis Pongasi pada malam pergantian tahun. Alhasil, kata dia, anggota kepolisian berhasil mengamankan minuman tradisional jenis pongasi yang tidak memiliki izin dari pihak berwenang.
“Seperti giat cipkon diwilayah hukum Polsek Landoono berhasil mengamankan dan menyita barang bukti tiga (3) baskom minuman pongasi kurang lebih 25 liter,” terangnya.
Kapolres bersama jajaran akan terus melakukan pembenahan dengan terus berupaya menekan angka kriminalisasi dengan cara melakukan sosialisasi pentingnya keamanan di masyarakat bersama pemerintah daerah, Tokoh masyarakat, dan Tokoh agama.
“Meningkatnya kasus kriminal sampai diakhir Tahun 2019, ini juga sebagai acuan bagi saya bersama jajaran kedepan untuk terus meningkatkan kinerja,” tambahnya.
Reporter: Marwan Toasa
















