Faktual.Net, Kendari, Sultra. Kampanye Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 1 Anies Rasyid Baswedan di Kota Kendari yang berlangsung setengah hari, Selasa (9/1/2024) dengan agenda tatap muka dan pertemuan terbatas yang berlangsung di beberapa titik di Kota Kendari, mendapat sambutan antusias para simpatasan dan masyarakat.
Tatap muka dan pertemuan terbatas Capres Anies Rasyid Baswedan yang teragenda di beberapa titik yaitu di Hotel Claro Kendari, Pasar Panjang, dan KopI Bakrie, teragenda tak kurang dari setengah hari di Kendari, yakni pukul 13.00 hingga 17.00 wita, Selasa 9 Januari 2024. Meski hanya mengunjungi Ibukota Provinsi Sultra dan tak sempat melingkari 17 Kabupaten – Kota, namun kedatangan Capres Nomor urut 1 Pasangan AMIN (Anis –Muhaimin) itu mendapat atensi para kader partai pengususung dan simpatisan dari perwakilan kabupaten-kota di Sultra.
Mengawali kampanye Capres Nomor Urut 1 Anies Rasyid Baswedan Di Hotel Claro Kendari, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Provinsi Sulawesi Tenggara H Ali Mazi menyampaikan bahwa kedatangan Bapak Anis Baswedan di Sultra adalah angin segar perubahan bagi masyarakat Sulawesi Tenggara kedepan, untuk itu ia mengajak masyarakat Sultra untuk bersama-sama melakukan perubahan dengan menentukan pilihan pada pasangan Nomor Urut 1 pemilihan presiden dan wakil presiden 14 Februari 2024.
Orasi Anies Baswedan di Hotel Claro Kendari mendapat apresiasi yang luar biasa, bukan hanya dari empat partai pendukung (Partai : Nasdem. PKS, PKB, Umat) melainkan dari masyarakat simpatisan yang sejak pagi berjubel memenuhi ruang pertemuan.
“Masyarakat Kendari memang beda yah,” sapa Anies Baswedan saat menaiki panggung tampa podium yang dipersiapkan ditengah-tengah ruang pertemuan sehingga memungkinkan seluruh pengunjung peserta kampanye yang hadir dapat langsung melihat sosok Anis Rasyid Baswedan berdiri ditengah-tengah mereka. Mendengar sapaan Capres Nomor Urut 1, riuh suara sambutan balik dari massa yang memenuhi ruang pertemuan disertai antusias seflie dari berbagai penjuru menambah suasana keriuhan. Meskipun panitia TKD berkali-kali berusaha meminta massa menahan diri untuk selfie, agar tertib, namun akhirnya Anies kembali bisa melanjutkan orasi dan meminta seluruh ketua partai pendukung di wilayah Sultra dan anggota DPR RI serta caleg DPR RI untuk bersama-sama naik di panggung mendampingi dirinya.
Anis Baswedan dalam orasinya menyampaikan, bahwa cita-cita janji kemerdekaan Republik Indonesia harus bisa dilunasi dan dinikmati oleh setiap anak bangsa di negeri ini, sebab republik ini telah berjanji untuk menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia . Indonesia saat ini berada di persimpangan jalan yang kekuasaan dikendalikan oleh penguasa, sehingga rakyat harus bisa mengambil peran sejarah perubahan untuk diceritakan kepada anak-cucu kelak bahwa ayah, kakek dulu adalah bagian dari pahlawan perubahan ketika Indonesia berada dipersimpangan jalan.
“Kita berada di persimpangan jalan, saat ini kekuasaan yang terjadi negeri ini adalah penguasa mengatur hukum, kita ingin membawa Indonesia menjadi negara hukum dimana penguasa dikendalikan oleh hukum , yang berkumpul disini adalah orang-orang yang memilih menjadi bagian dari perubahan bukan sekedar penonton, tapi datang untuk berjuang, bapak ibu sekalian adalah pejuang perubahan untuk Indonesia, kita berjuang untuk Indonesia adil makmur untuk semua. Kita menginginkan lapangan pekerjaan untuk anak cucuk kita, kita inginkan pupuk terjangkau untuk petani, beras yang harganya terjangkau, sembako yang tidak naik terus dan itu semua tidak bisa terjadi kalau kita hanya jadi penonton, itu bisa terjadi kalau kita melakukan perjuangan, semoga tercatat sebagai amal soleh untuk kita semua, insya Allah. Rekaman ini adalah sebagai bukti yang bisa ditunjukkan kepada anak dari anak-anak bapak ibu sekalian, bahwa disaat Indonesia dipersimpangan jalan, kakekmu nenekmu ayahmu bukan penonton tapi pejuang perubahan, Bismillahirrahmanirrahimi semoga perjuangan kita diridhoi Allah SWT,” orasi Anies.
Anies Rasyid Baswedan menyemangati warga Sultra yang hadiri di Hotel Claro, agar ketika kesempatan perubahan itu dibuka pada tanggal 14 Februari 2024 waktunya hanya enam jam, rakyat Indonesia diberikan kesempatan untuk menentukan arah kedepan, apakah akan teruskan sembako mahal, BBM langka, kesehatan mahal, pendidikan mahal atau murah, maka nanti tanggal 14 Februari harus pilih nomor berapa, dijawab kompak oleh massa Nomor Satu!.
“Hanya enam jam waktunya melakukan perubahan, tapi bekerja persiapannya tidak bisa hanya enam jam, peristiwa pencoblosannya enam jam, namun kesiapannya harus siap dari sekarang, siap untuk menjangkau keluarga, siap menjangkau tetangga, siap menjangkau siapa saja yang ditemui untuk mengajak perubahan, nomornya, Satu. Tanya akal sehat mereka, apakah masih ingin harga beras mahal, pendidikan mahal, BBM susah, pasti jawabannya kami ingin beras murah, tetapi harga beras mahal tetapi uangnya tidak diterima petani, petani terima harga gabahnya murah, kami ingin BBM terjangkau, kami ingin pendidikan terjangkau, itu akal sehat kita, baru setelah itu tawarkan perubahan pilih nomor Satu, partainya pilih Nasdem, PKS, PKB, Umat,” orasi Anis Baswedan didampingi para petinggi empat partai pengusung, anggota DPR RI asal Sultra terlihat Hj Tina Nur Alam, serta caleg DPR RI dari PKS La Ode Ida dan caleg provinsi serta caleg kabupaten-Kota dari keempat partai pengusung.
TIM RED
















