Faktual.Net, Kolaka Utara — Jembatan penghubung di dua desa Kecamatan Porehu Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) ambruk akibat longsor. Kondisi ini membuat siswa sekolah dasar (SD) terhambat bersekolah karena akses tersendat.
Atas kejadian itu, warga Dusun 5 Pondelawa Desa Bangsala mengeluhkan kondisi jembatan penghubung yang ambruk akibat terjangan arus Sungai Tapa, Sabtu (20/01/2024) lalu.
Diketahui, Jembatan yang selama ini digunakan warga sebagai penghubung antar desa.
Sejak seminggu terakhir ini, jembatan kayu yang dibangun atas hasil swadaya warga Dusun Lima Desa Pondelawa Kecamatan Porehu tersebut telah roboh, akibat derasnya aliran air sungai Tapa, yang mengakibatkan bertambahnya debit air dimusim penghujan ini.
Aktivitas warga dusun 5 Pondelawa Desa Bangsala mengalami hambatan, nampak antrian anak sekolah yang akan belajar menuntut ilmu terjebak dibibir sungai.
Tak hanya itu, aktivitas warga lainnya seperti yang akan berangkat ke kebun dan ke pasar desa juga tesendat, akibat jembatan telah ambruk.
Akses lain ke sekolah jaraknya cukup jauh, para warga disana berharap agar jembatan tersebut segera diperbaiki agar anak-anak mereka bisa kembali bersekolah.
Sementara itu, Kepala Desa Bangsala, Basri berharap pemerintah untuk memberikan solusi dan perbaikan jembatan yang ambruk.
“Kami harap semoga pembangunan jembatan bisa diperhatikan pemerintah Kecamatan ataupun kabupaten Kolaka Utara yang kualitasnya lebih memadai dan kokoh,” harap Basri.
Laporan: Sarman
Editor: Kariadi















