oleh

JADI Sultra Resmi Deklarasi “Gubernur Batal Hadir”

Faktual.Net, Kendari, Sultra. Jaringan Demokrasi Indonesia Sulawesi Tenggara (JaDI Sultra) sebagai corong baru masyarakat sipil di Indonesia akhirnya terdeklarasikan di Sultra. Tapi sangat di sayangkan karena acara yang telah teragenda untuk dihadiri oleh Gubernur Sultra H. Ali Mazi batal dihadiri oleh H. Ali Mazi. Acara yang dihadiri oleh Presidium Nasional JaDi Dr. Juri Ardiantoro ini berlangsung pada Rabu, 20/2/2019 di Swiss Bell Hotel Kendari.

Hidayatullah yang didaulat sebagai Ketua Presidium JaDI Sultra mengawali sambutannya dengan mengatakan bahwa Gubernur batal hadir karena ada klarifikasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait persoalan Sultra yang harus beliau hadiri.

“Tetapi teman-teman jangan berkecil hati sebab bapak H. Ali Mazi akan hadir pada acara dialog kebangsaan yang akan di selenggarakan pada 27 Februari 2019” ungkap Dayat, sapaan akrab Hidayatullah.

Baca Juga :  Muhammad Alamsyah: Menilai Hasil Verifikasi Calon Tenaga Kerja Lokal di PT VDNI dan OSS Memprihatinkan

Hidayatullah menjelaskan bahwa JaDI secara nasional telah dideklarasikan sejak 14 Agustus 2018. “Untuk Sultra baru hari ini bisa kami deklarasikan, butuh waktu 6 bulan sebab kami harus mencari, menghubungi, sowan kepada eks penyelenggara Pemilu di Sultra yang ada sejak tahun 1999” jelas Dayat.

Hidayatullah, SH

Dayat mengatakan bahwa keberadaan JaDI di Sultra, selain sebagai pengawal demokrasi juga sebagai pengawal dan pengontrol kebijakan pemerintah daerah Sultra untuk memastikan produk kebijakan pemerintah yang dihasilkan pro rakyat.

Pembacaan naskah deklarasi dipimpin oleh ibu Tina Dian Ekawati Taridala dan diikuti oleh seluruh peserta deklarasi dan disaksikan oleh Dr. Juri Ardiantoro selaku koordinator presidium nasional JaDI.

Baca Juga :  Peluang Kerja Bagi Masyarakat Desa Taring, Untuk Di Tempatkan Di Pertashop

Pasca deklarasi acara dilanjutkan dengan launching media centre JaDI Sultra oleh Dr. Juri Ardiantoro didampingi Ketua DPRD Sultra, H. Abdul Rahman Shaleh dan Hidayatullah.

Deklarasi yang diselenggarakan hari ini juga dirangkaikan dengan dialog publik mengambil tema “Pemilu 2019, Tantangan Demokrasi Indonesia”. Acara ini turut dihadiri pimpinan partai politik yang ada di Sultra, lembaga kemahasiswaan dan penyelenggara pemilu yang masih aktif serta Forkopimda.

Reporter : Aco Rahman Ismail

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :