Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Ini Tanggapan Kadis DPKPTB Kabupaten Serang Tentang Rumah Ibu Marnah, Penerima Bantuan RTLH Desa Junti

×

Ini Tanggapan Kadis DPKPTB Kabupaten Serang Tentang Rumah Ibu Marnah, Penerima Bantuan RTLH Desa Junti

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

faktual.net, Serang, Banten – Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Tata Bangunan (DPKPTB) Kabupaten Serang, Okeu Oktaviana menanggapi keterlambatan pembangunan rumah Ibu Marnah si penerima Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kampung Mandung RT 004 RW 002, Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang-Banten.

“Pada tanggal 06 September 2022, sebanyak 18 unit rumah di Desa Junti dibongkar karena mendapat bantuan program RTLH tahun anggaran 2022. Pada tanggal 09 September 2022, bahan matrial dikirim untuk 13 unit rumah. Dan untuk 5 unit rumah, belum terpenuhi oleh matrial yang telah ditunjuk oleh KPB dan Fasilitator,” terang Kadis.

Pasang Iklanmu
iklan 468x60
Pasang Iklanmu

Beberapa hari kemudian, pihak matrial mengirim bahan bangunan untuk 5 unit yang belum dapat tanggal 09 itu dengan harga berbeda, akibat harga BBM naik.

Namun pihak penerima bantuan yang 5 rumah tersebut menolak, karena harga tidak sama.

“Saya kumpulkan KPB, Fasilitator dan perangkat Desa Junti untuk mencari solusi,” kata Okeu Oktaviana kepada media via pesan WhatsApp (WA).

Baca Juga :  Keluarga Korban Tersengat Arus Listrik Akibat Banjir di Semper Barat, Mendapatkan Bantuan

Masih menurut Okeu, pada hari Senin tanggal 19 September 2022 pemilik matrial dipanggil, untuk memastikan apakah mampu meneruskan mengirim bahan bangunan untuk 5 unit rumah yang masih belum dibangun dengan harga seperti yang telah disepakati semula.

Setelah pertemuan itu, besoknya hari Selasa 20 September 2022 langsung dikirim 200 zak semen. Karena ibu Marnah belum menyiapkan petukang, sehingga belum bisa langsung dibangun.

Sedangkan pemilik rumah yang 4 unit, sudah ready petukang mereka. Walaupun demikian, pihak kami juga ikut mencari petukang untuk mengerjakan rumah ibu Marnah, imbuh Kadis.

Dengan adanya kejadian seperti ini, menjadi pelajaran dan bahan evaluasi bagi kami. Dalam hal ini, kesalahan ada pada semuanya.

Baik Fasilitator, KPB, maupun toko matrial yang tidak segera menyikapi saat ketidaksesuaian harga, akibat dampak kenaikan harga BBM, pungkas Okeu mengakhiri. (Rose)

Tanggapi Berita Ini