Faktual.net – Jakarta Utara, 18 Januari 2026 – Ibadah Minggu Pertama Sesudah Epifania GPIB Tugu berlangsung pada pukul 10.00 WIB di Jl Raya Tugu No 20 Semper Barat. Meskipun hujan dan banjir menghambat perjalanan sebagian jemaah, pesan Firman yang disampaikan oleh Pdt Josep Bates Raku selaku KMJ GPIB Tugu DKI Jakarta mengingatkan bahwa kuasa Tuhan tidak pernah terhalangi dalam hidup orang percaya.
Bahan Firman: Kisah Rasul 5:12-16
Pelayanan menggunakan Kisah Rasul 5:12-16 sebagai dasar, yang menceritakan Petrus menyembuhkan orang lumpuh dengan berkata: “Emas perak tak ada padaku tapi apa yang ada padaku kuberikan kepadamu, dalam nama Yesus Orang Nasareth itu bangkit dan berjalanlah.” Setelah disembuhkan, orang tersebut berjalan dan memuji Allah, bahkan banyak orang sakit lainnya disembuhkan hanya dengan bayangan Petrus yang lewat, membuat semakin banyak orang percaya pada Tuhan.
Kebaikan Sekecil Apapun Berarti
Dalam pembukaan renungan, disebutkan tentang sampah bekas tissue dan sisa permen yang ditemukan di tempat ibadah. Hal ini menjadi pelajaran bahwa kebaikan sekecil apapun memiliki makna besar. “Orang yang peduli akan selalu bertindak dengan benar, seperti membuang sampah pada tempatnya. Untuk jadi bermanfaat, kita harus memberi diri dan memberi dampak dalam hidup orang lain,” ujar Pdt Josep.
Iman Tidak Sia-Sia
Mengutip 1 Korintus 15:14, disampaikan bahwa iman kita tidak sia-sia karena Yesus telah bangkit dan mengalahkan kegelapan serta maut. Para Rasul tetap berbuat baik dan bersaksi meskipun ditangkap, dengan menjawab bahwa segala pekerjaan mereka dilakukan “dalam nama Yesus”.
Jemaah diajak untuk tidak biarkan masalah hidup menggoyahkan iman, dan menyerahkan segala kesulitan – mulai dari sakit, kelemahan, hingga masalah keluarga dan kerja – karena Yesus lebih hebat dari segala hal. Peristiwa Pentakosta (Kisah Rasul 2:1-47) juga diingatkan sebagai bukti bahwa Roh Kudus menyertai mereka yang setia pada Yesus.
Jadi Terang dan Garam Bagi Dunia
Pesan akhir mengajak jemaah untuk menjadi terang dan garam di tengah masyarakat. “Tantangan tidak boleh menghalangi kita bersaksi. Jangan takut menyerahkan segala hal kepada Yesus – kita tidak akan dipermalukan. Mari berdampak agar orang lain menyaksikan mukjizat dalam Yesus,” pungkasnya.
Reporter: Johan Sopaheluwakan



















