Faktual.net – Jakarta – 7 Maret 2025 – Suasana Jabotabek terlihat mendung dan banjir di beberapa bagian Jabotabek, namun banyak tamu dann jemaat berdatangan turut menghadiri pada perayaan HUT ke-29 Gereja Kristus Rahmani Indonesia (GKRI) Karmel Jemaat Permata Hijau sekaligus perayaan HUT ke-69 Pdt. Ronny Mandang, M.Th. Ketum Pengurus Pusat PGLII (Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia). Acara yang berlangsung pada Rabu (5/3) mengusung tema Hear My Song, Lord.
Perayaan diawali dengan ibadah syukur yang diisi dengan pujian dan kesaksian dari PD. Debora, Manna Choir, serta pemaparan dari Cahaya Bagi Negeri (CBN) oleh Rev. Mark McLendon, mengenai parenting, keprihatinan terhadap keluarga dan peranan orang tua dalam mendidik anak.
Firman Tuhan yang menjadi dasar renungan dalam ibadah ini disampaikan oleh Pdt. Charles Jonan, mengacu pada 2 Korintus 9:15, “Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!” Pesan ini menegaskan rasa syukur atas perjalanan pelayanan GKRI Karmel serta kehidupan dan kepemimpinan Pdt. Ronny Mandang. Dilanjutkan pemotongan kue ulang tahun bersama rekan pelayanan di FUKRI (Forum Umat Kristiani Indonesia) dan tentu saja mengumandangkan lagu La biar api injil terus manyala.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pimpinan gereja, tokoh agama, seperti Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI Dr. Jeanne Marie Tulung, Sekretaris Ditjen Bimas Kristen Johni Tilaar, M.Si, Ketua Umum Persekutuan Gereja di Indonesia (PGI) Pdt. Jacklevyn Manuputty, Ketua Umum lembaga Alkitab Indonesia (LAI) Pdt. Dr. Henriette Tabita Hutabarat-Lebang, Fasnas Jaringan Doa Nasional (JDN) Pdt. Aristarkus Tarigan, Ketua Umum Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Pdt. Brigjen TNI (purn) Harsanto Adi, MM., M.Th. hadir pula Monique Rijkers Wartawan Senior dari “Fakta Israel” dan lain lain. Beberapa pimpinan turut menyampaikan ucapan syukur dan kesan-kesan persahabatan atas pertambahan usia GKRI Karmel dan Pdt. Ronny Mandang. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, yang berhalangan hadir, menyampaikan ucapan selamat melalui tayangan video.
Peluncuran Buku “Selamat Pagi, Salam Injili”
Momentum istimewa dalam perayaan ini adalah peluncuran buku Selamat Pagi, Salam Injili, yang menginspirasi Kaum Injili karya Pdt. DR. Ronny Mandang, M.Th. Ketum PGLII Periode 2016 – 2025. Buku ini merupakan kumpulan renungan yang awalnya ditulis setiap hari di grup WhatsApp Pengurus Pusat PGLII. Buku ini terbit atas inisiatif Pdt. Dr. Samuel Kusuma, M.Th., Rektor Institut Kristen Borneo Balikpapan, Kalimantan Timur, sekaligus pendiri Bukit Doa Kalimantan.
Tulisan singkat yang bercirikan Teologi Injili yang alkitabiah namun tetap relevan secara kontekstual (Full Gospel Evangelical), buku ini menjadi sebuah warisan (legacy) bagi keluarga Injili di seluruh Nusantara. Peluncuran buku ini bertepatan dengan hari ulang tahun Pdt. Ronny Mandang dan GKRI Karmel, menggenapi amanat Matius 24:14: “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”
Lagu Rohani Nol Kilometer yang menginspirasi
Selain menulis buku, Pdt. Ronny Mandang juga dikenal sebagai pencipta lagu rohani. Dalam ibadah syukur ini, lagu Nol Kilometer dan Hear My Song, Lord—karya Ronny Mandang—dinyanyikan sebagai ungkapan pujian dan doa kepada Tuhan.
Dengan penuh sukacita dan semangat pelayanan, perayaan ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan pelayanan GKRI Karmel selama 29 tahun serta dedikasi Pdt. Ronny Mandang dalam mengobarkan api Injil di seluruh Nusantara.
#La biar api injil terus manyala
Reporter: Johan Sopaheluwakan
















