Faktual.net, Kendari, Sultra. Upaya meningkatkan produktifitas ekonomi masyarakat miskin di sekitar daerah sumber daya alam (SDA) tidak saja bisa dilakukan dengan cara menggali potensi dan mengeruknya, namun sebaliknya dengan tidak melakukan pengerukan hasil SDA bisa pula mendatangkan pendapatan masyarakat bahkan devisa untuk negara. Hal ini diungkapkan oleh Hugua, Ketua Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) Sultra yang juga calon legislatif terpilih DPR RI Dapil Sultra.
Salah satu upaya mendatangkan pendapatan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya alam adalah dengan mengelola hasil SDA agar menghasilkan kreatifitas seperti pembuatan Minyak Urut Alam Puncak. “Minyak urut ini bagian dari upaya memanfaatkam hasil alam untuk mendatangkan pendapatan masyarakat, ini kreatif dan harus mendapat dukungan pemerintah,” kata Hugua dalam acara pelatihan manajemen homestay yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kendari disalah satu hotel di Kota Kendari, (4/6/2019).
Menurut Hugua, Pemanfaatan hasil sumber daya alam dalam kaitannya dengan keberadaan homestay terhadap industri jasa pariwisata sangat dibutuhkan. “Kunci homestay adalah rasa, bagaimana menjaga perasaan, menjaga kualitas relationship, rasa budaya, kearifan,” ungkap Hugua yang juga mantan Bupati Wakatobi dua periode itu. Dilanjutkannya bahwa kualitas menjaga rasa bukan saja dengan manusia tapi menjaga hubungan dengan alam, maka perbaikilah hubungan dengan alam.
Minyak Urut Alam Puncak yang di produksi oleh Perkumpulan Perempuan Peduli Lingkungan (P3L) diatas pegunungan Taman Hutan Raya Nipa-Nipa Kota Kendari merupakan salah satu bentuk upaya menjaga hubungan dengan alam, karena terdapat hubungan yang saling menguntungkan secara lestari, dimana keuntungan ekonomi dirasakan oleh manusia dan keberlanjutan potensi sumber daya alam tetap terjaga dan berkelanjutan secara lestari, hal ini patut diapresiasi dan mendapat dukungan dari pemerintah, tambah Hugua.
Kota Kendari sendiri akan menjadi tuan rumah dalam rangka menyambut hari pangan se-dunia pada bulan Oktober 2019, sehingga Dinas Kebudayaan & Pariwisata mulai berbenah denga penyiapan akomodasi tidak saja hotel dan penginapan serta restoran, namun penyiapan rumah penduduk juga dilakukan dengan cara pelatihan manajemen homestay.
Reporter: Wa Ode Deli Yusniati
















