Faktual.Net, Kolaka, Sultra. Himpunan Kerukunan Tani (HKTI) Sultra himbau agar petani tepat sasaran dalam menggunakan pupuk untuk lahan pertanian mereka agar tidak menimbulkan resiko hilangnya unsur hara tanah pada masa mendatang.
Hal ini disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Pemuda Tani HKTI Sulawesi Tenggara (Sultra) Mustapa H Rachman, dalam sosialisasi hasil pengkajian teknologi dan inovasi agrimeth + bio 1, di desa Ranojaya kecamatan Toari kabupaten Kolaka, pada 13/12/2018.
Inovasi agrimeth + bio 1 adalah produk berlisensi yang diinisiasi oleh Agro Indo Mandiri yang penggunaannya didukung oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sultra dan DPW Pemuda Tani HKTI Sultra, yang bertujuan agar petani tepat dalam menggunakan pupuk guna pengendalian hama penyakit berbagai macam tanaman pertanian antara lain, padi sawah, kedelai, jagung, yang merupakan tanaman pangan, juga untuk tanaman hortikultura lainnya.
Ketua DPW Pemuda Tani HKTI Sultra, Mustapa H Rachman mengatakan bahwa inovasi teknologi sangat dibutuhkan guna mendukung kedaulatan pangan di daerah khususnya Sultra.
“Dibutuhkan inovasi teknologi guna menjawab berbagai persoalan dibidang pertanian, seperti soal pengolahan tanah dan pengendalian hama yang menjadi keluhan petani saat ini,” ungkapnya.
Bukan hanya persoalan pengolahan tanah dan pengendalian hama yang jadi keluhan petani di desa Ranojaya, masalah akses pasar dan pemasaran juga jadi masalah utama. Sehingga Mustapa H Rachman yang juga sebagai Sekretaris umum (Sekum) Forum Usaha Kecil Menengah/Industri Kecil Menengah (UKM/IKM), turut memberikan solusi perlunya pengolahan hasil pertanian menjadi produk pangan yang langsung memiliki nilai tambah di pasaran.
“Perlu ada inovasi pengolahan produk pangan yang memiliki nilai jual lebih dipasaran,” ungkapnya.
Kegiatan sosialisasi turut dihadiri oleh kepala desa Ranojaya Anugerah Sugeng Haryanto, kepala BPP kecamatan Toari Esa Suarsa, formulator bio 1 adjun profesor Iswanto Nadi, serta ketua DPC Pemuda Tani Kolaka Utara.
Reporter : Wa Ode Deli Yusniati














