faktual.net, Morowali, Sulteng. Kementerian Lingkungan Hidup ( KLH) bersama Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah Anwar Hafid pada pekan lalu melakukan pembahasan mengenai penertiban aktivitas pertambangan ilegal yang mengakibatkan merusak lingkungan.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq beserta Gubernur Sulteng memaparkan berbagai polemik tambang ilegal yang hingga kini masih saja terjadi di Wilayah Sulteng yaitu dikawasan Poboya Kota Palu , serta tambang batuan galian C antara Kota Palu dan Wilayah Kabupaten Donggala.
Anwar Hafid dalam pertemuan menegaskan masih banyak saja aktivitas pertambangan yang beroperasi tanpa prosedur maupun pengawasan yang memadai akibat nya menimbulkan dampak kerusakan bagi lingkungan dan alam sekitarnya.
Tambang ilegal yang ada di Poboya sangat banyak dan berbahaya sehingga memakan korban jiwa , beberapa izin nya sudah kami cabut dengan alasan banyak persoalan yang mengakibatkan kerusakan lingkungan hingga pencemaran kimia mengancam keselamatan warga disekitar lokasi tambang.
Anwar Hafid menegaskan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dengan Kementerian lingkungan hidup memperkuat pengawasan serta penegakan hukum terhadap tambang yang bermasalah.
Bahkan izin tambang nikel di Morowali Utara dihentikan karena memicu banjir dan merusak alam sekitar nya , perusahaan tersebut harus melakukan pembenahan terhadap kerusakan lingkungan dikawasan dekat pemukiman warga.
Anwar Hafid meminta dukungan penuh kepada menteri lingkungan hidup dalam menguatkan langkah penindakan terhadap praktik pertambangan yang telah menyalahi aturan mengenai kerusakan alam sekitarnya , dengan adanya Kasus Banjir Bandang pembenahan terhadap aktivitas pertambangan nikel di Morowali kami telah membentuk tim yang saat sedang melakukan Evaluasi dan Pemetaan diseluruh areal kerja.
Audensi tersebut bagian dari komitmen Pemerintah Propinsi Sulawesi Tengah agar pertambangan berjalan sesuai prosedur yang berwawasan lingkungan alam dan mengutamakan keselamatan. Investasi terbaik adalah menjaga lingkungan alam sekitarnya dan tidak merusak ekosistim yang ada ,” Ungkap Anwar Hafid.
Reporter : Indra Jemmy .M
















