oleh

FUAD IAIN Kendari Lirik Bank Sampah

Faktual.Net, Kendari, Sultra. DLHK Kota Kendari hadir di kampus IAIN Kendari, Kamis, 4/11/2021, dengan melibatkan puluhan mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD), program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam. Kegiatan yang dibuka Wakil Dekan Bidang Mahasiswa dan Kerjasama DR. Muhammad Iksan, M,Pd bertujuan mengajak mahasiswa untuk lebih peduli lingkungan dengan mengurangi penggunaan sampah plastik.

Syaban hari rekapan pengelola TPA Puuwatu Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari membubuhkan volume sampah yang masuk ke TPA mencapai kisaran 180 s/d 200 Ton sampah perhari. Merilis data penduduk BPS jumlah penduduk Kota Kendari tahun 2020 mencapai 345,11 ribu jiwa dengan sebaran terbanyak di tiga kecamatan yakni, Kecamatan Kendari Barat 42,23 disusul Poasia 40,66 dan Puuwatu 40,00 ribu jiwa penduduk.

Bila tidak terkelola dengan baik, Arifin Rauf, sekdis DLHK mengingatkan maka dalam tiga tahun kedepan TPA Puuwatu sudah tidak mampu lagi menampung sampah warga Kendari.” Luas lahan TPA 19,3 Ha, tentu dengan timbulan sampah yang terus naik kita khawatir TPA tidak mampu lagi memiliki daya tampung.” Ungkap Arifin, memulai pembicaraan di forum FGD IAIN Kendari, Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah.

Purnomo Setiawan, Pengusaha daur ulang sampah

Ia pun merunut, bila TPA Puuwatu mulai beroperasi dari tahun 2005. Nah TPA tersebut memiliki keunggulan tersendiri diantaranya akses yang mudah karena berada di tengah-tengah Kota Kendari, sehingga memudahkan mobilisasi kendaraan truck sampah. Namun seiring perkembangan kota beber Arifin, disekitar lokasi TPA sudah terbangun kawasan perumahan, pergudangan, kantor, dan pemukiman penduduk. Sebabnya itu, sudah sangat susah lagi untuk memperluas kawasan TPA, karena berimbas pada kompensasi lahan alias ganti rugi yang melangit.

Kini problem sampah sudah menjadi masalah serius kabupaten/kota di Indonesia. Tak terkecuali kata Arifin, DKI Jakarta, Surabaya, dan Makassar. Olehnya itu, penanganan sampah harus dimulai dari sumbernya, misalnya kehadiran Bank Sampah dan pembuatan komposter di pemukiman penduduk berbasis RT/RW.
Konsep 3 R terus digalakkan ke masyarakat, yakni Reduce mengurangi penggunaan sampah barang yang akan menjadi sampah, Reuse menggunakan kembali sampah barang atau sampah, sedangkan Recycle mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat.

Kehadiran PT (Perguruan Tinggi) sambung Arifin, diharapkan mampu memberi edukasi ke masyarakat dalam berbagai program pemberdayaan berbasis masyarakat. Tidak sekedar konsep, tetapi juga aksi nyata. Nah, kampus memiliki andil itu.” Insya Allah, kami memberi apresiasi dan back up kehadiran Bank Sampah di Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kendari,” cetus sekdis DLHK ini.

Di tempat yang sama, DR Muhammad Iksan, M,Pd. Wakil dekan Bidang Mahasiswa dan Akademik FUAD mengungkapkan, kolaborasi bersama DLHK diharapkan mampu memberi aksi nyata dalam pengurangan sampah. Kalau hanya sebatas rekomendasi kata dia, tentu sudah banyak, tentu yang dibutuhkan adalah prateknya.

Mahasiswa peserta FGD

Dari kegiatan FGD pengabdian masyarakat berbasis riset, sambung Muhammmad Iksan bisa memotivasi untuk memacu kreativitas dan inovasi mahasiswa seiring dengan tuntutan perkembangan zaman.” Mahasiswa tidak selalu harus belajar di dalam kelas saja, tetapi juga perlu suasana belajar yang berbeda. Kami juga mendukung pengurangan sampah plastic untuk kelestarian lingkungan.” Jelasnya.

Bukan berarti jijik alias tidak tidak bisa memberi manfaat, justru dari bisnis daur ulang sampah malah mendatangkan income yang menjanjikan. Purnomo Setiawan, Entrepreneur daur ulang limbah membeberkan, bila ditekuni secara sabar dan tekun sampah dapat mendatangkan pundi-pundi rupiah. Kongretnya, sampah dari plastic dan kertas dan limbah lainnya yang dapat diolah dengan berbagai pilihan.” Biaya murah, dan resiko kecil.” Tutupnya.

Redaksi

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :