Faktual.net, Jakarta Pusat, DKI Jakarta -Sebuah cuitan Komisaris Independen PT Askrindo (Persero), BUMN asuransi kredit, Kemal Arsjad viral di sosial media. Dalam cuitan tersebut, Kemal menyatakan ingin meludahi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan karena emosi banyak kerabatnya tidak mendapat penanganan di tengah ledakan kasus covid-19 saat ini.
Namun selang berapa hari Kemal mengunggah cuitan permintaan maaf usai salah satu cuitan yang menghina Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendapat reaksi negatif.
Terkait tindakan Kemal itu, Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) menilai, tidak pantas dilakukan oleh salah seorang komisaris BUMN. FPPJ bahkan meminta Meneg BUMN Erick Thohir untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja Kemal.
“Memang kita ketahui yang bersangkutan sudah meminta maaf kepada gubernur Anies. Namun begitu, tidak serta Kemal menganggap persoalan itu sudah selesai,” kata Endriansah melalui keterangan tertulis, Senin (28/6/2021).
“Kami dari FPPJ mendesak agar Meneg Erick Thohir mengevaluasi kinerja Kemal,” sambungnya.
Menurut Endriansah, evaluasi perlu dilakukan terhadap Kemal dan kepada seluruh komisaris di BUMN. Sebab komusaris merupakan perwakilan pemerintah dalam suatu perusahaan.
“Saya rasa evaluasi kinerja Kemal dan seluruh komisaris harus segera dilakukan menteri Erick. Jangan sampai ada anggapan cuitan Kemal itu atas perintah atau mendapat izin dari pemerintah,” ujar Endriansah.
“Evaluasi juga dapat bertujuan mengetahui sampai sejauh mana kinerja para komisaris. Jangan sampai seorang komisaris hanya tercatat namanya saja akan tetapi tidak menghasilkan suatu perubahan arah yang lebih baik sebuah BUMN,” pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, Kemal Arsjad melakukan penghinaan kepada Gubernur DKI Anies Baswedan. Namun akibat mendapat respon negatif dari warganet, Kemal menghapus cuitan itu dan membuat surat permintaan maaf.
Dalam surat permintaan maaf yang diunggah Minggu (27/6) Kemal mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan yang sudah mengingatkan soal cuitan sebelumnya yang disebut ingin meludahi Gubernur DKI Jakarta. Saat ini cuitan tersebut sudah dihapus.
“Terima kasih teman-teman yang baik yang sudah mengingatkan dan memberi sebuah pembelajaran untuk saya. Untuk itu, mohon diterima permohonan maaf saya…Semoga badai Covid cepat berlalu dan kita semua sehat-sehat saja,” tulisnya.
Reporter : M.Yusuf
















