Example floating
Example floating
BeritaDaerah

Dugaan Pengeroyokan Wartawan di Jeneponto, Polisi Sudah Periksa Empat Saksi

×

Dugaan Pengeroyokan Wartawan di Jeneponto, Polisi Sudah Periksa Empat Saksi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

faktual.net, JenepontoSulsel – Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, sudah memeriksa empat saksi kasus dugaan pengeroyokan seorang jurnalis Mata Publik Agung Setiawan pada 28 Oktober 2022.

“Sudah diperiksa itu empat untuk jadwal hari ini ada lagi, semoga dia memenuhi pangilan, Senin, (7/11/2022).

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Ia mengatakan bahwa empat saksi itu orang yang saat kejadian berada di lokasi peristiwa.

“Yang sudah diperiksa sementara ada di halaman. Kalau yang dalam ruangan sudah saya panggil salah satunya hari ini,” jelasnya.

Eks Kanit PPA Polres Jeneponto ini mengaku turut menghadirkan korban pada olah TKP di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) pekan lalu.

“Iya sudah bersama korban sendiri yang mengambarkan. Ada sekitar 11 item yang digambarkan,” ungkapnya.

Ia berjanji akan membongkar kasus tersebut, menangkap para pelaku, dan mengungkap motif dibalik kasus penganiayaan itu.

Diberitakan sebelumnya, kasus dugaan pengeroyokan ini bermula saat Agung Setiawan mendapat
penugasan dari kantornya untuk mempertayakan tentang aduan masyarakat terkait layanan administrasi kependudukan.

Ia mempertayakan aduan tersebut kepada kepala dinas Disdukcapil Jeneponto, Muh. Djafar. Namun ia justru marah-marah.

Tapi respon Kadis kepada saya sebagai wartawan terkesan tak bersahabat sebab kadis langsung saja marah-marah kepada saya,” kata Agung Setiawan saat dikonfirmasi melalui telepon, malam ini.

Baca Juga :  Pengelolaan Dana Hasil Penjualan Sapi dan Pemanfaatan Tanah Bengkok di Desa Rowobelang Disorot, Kades Belum Beri Tanggapan

Alih-alin menjawab pertayaan wartawan, Muh. Djafar justru mengusir Agung Setiawan. Padahal, Agung mengaku baru pertama kali mendatangi kantor tersebut.

“Padahal sayakan hanya konfirmasi kebenarannya tapi Kadis langsung marah-marah, padahal saya baru pertama kali masuk di kantor ini untuk melakukan wawancara.
Saya bahkan sempat diusir karena melihat gelagat tak baik,” ungkapnya.

Karena diusir, Agung kemudian meninggalkan kantor tersebut. Namun, ada dua orang diduga pegawai Capil, tiba-tiba melayangkan pukulan dari arah belakang.

“Saya memutuskan untuk keluar dari kantor Capil akan tetapi pada saat saya mau keluar datang 2 oknum pegawai yang memukul saya dari belakan. Kemudian saya lari keluar,” terangnya.

Di halaman Disdukcapil, Agung juga mendapat tindakan kekerasan. Ia dipukuli oleh seorang pria yang mengendarai sepeda motor hingga dipinggir jalan.

“Saat saya sudah berada di halaman kantor Disdukcapil tiba-tiba ada 1 orang naik motor mendatangi saya dan memegang kera baju saya dan langsung memukul tanpa banyak bicara langsung mengeroyok sampai di pinggir jalan,” ungkapnya.

Tak hanya pemukulan, Agung juga sempat dilempari kursi besi, beruntung lemparan itu tidak mengenainya.

“Bahkan sempat di lempari kursi oleh oknum tersebut, bahkan diantara mereka ada yang bertanya Battu Kemaeko Parasanganmu (Dari mana asalmu_red) sambil melayangkan tinju ke muka saya,” pungkasnya.

 

Reporter: Pupung

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit