Example floating
Example floating
Iklan Ramadhan
BeritaDaerahPendidikan

Dugaan Pemotongan Dana Beasiswa di SDN Bulueng, Orang Tua Siswa Mengaku Diminta Setor Rp50 Ribu

49
×

Dugaan Pemotongan Dana Beasiswa di SDN Bulueng, Orang Tua Siswa Mengaku Diminta Setor Rp50 Ribu

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net, Gowa, Sulsel– Dugaan pemotongan dana beasiswa mencuat di SDN Bulueng, yang beralamat di Dusun Bulueng, Desa Rappoala, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa. Orang tua siswa penerima beasiswa mengaku diminta menyetorkan uang sebesar Rp50.000 per siswa setelah dana beasiswa dicairkan.

Salah seorang orang tua siswa, Irman (nama disamarkan), menyampaikan bahwa dana beasiswa dicairkan langsung oleh penerima melalui kartu ATM, namun setelah pencairan tersebut, orang tua diminta menyerahkan sejumlah uang kepada pihak sekolah.

Pasang Iklanmu
iklan 468x60
Pasang Iklanmu

“Saya tarik sendiri lewat kartu ATM, setelah itu kami dimintai Rp50 ribu oleh gurunya,” ungkap Irman, Jumat (9/1).

Irman mengaku telah mempertanyakan hal tersebut kepada salah seorang guru. Namun guru yang bersangkutan menyatakan tidak mengetahui secara pasti dasar pemungutan dana tersebut dan menyebut hal itu merupakan permintaan kepala sekolah.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SDN Bulueng, Sunarti, membantah adanya permintaan atau pengembalian uang beasiswa kepada siswa.

“Bisa disebutkan nama orang tua siswa tersebut pak, karena saya tidak pernah ada pengembalian uang sepeserpun kepada siswa yang bersangkutan,” ujar Sunarti.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta uang dalam bentuk apa pun dari siswa penerima beasiswa.

Baca Juga :  Resmob Polres Jeneponto Tangkap Dua Terduga Pelaku Curanmor, Satu Residivis Dilumpuhkan Saat Pengembangan

“Sepeserpun saya tidak pernah meminta kepada siswa pak,” tegasnya.

Sunarti juga menyatakan siap untuk menelusuri kebenaran informasi tersebut dan meminta agar dapat ditunjukkan pihak yang mengaku pernah dimintai uang.

“Bisa kita tanyakan apakah ada siswa yang pernah saya minta, atas nama siapa,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Sunarti menjelaskan bahwa dalam proses pengelolaan dana beasiswa, dirinya tidak menangani langsung teknis pencairan.

“Besok saya akan mendalaminya dan mempertanyakan langsung kepada pihak yang saya percayakan untuk mengurus hal ini. Sejak terbitnya nama-nama siswa yang berhak menerima Dana PIP, saya serahkan ke salah seorang guru untuk menanganinya. Saya hanya menandatangani apa yang mereka butuhkan,” jelasnya.

Sementara itu, Taufiq Mursad Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa saat dikonfirmasi menyatakan akan segera menindaklanjuti informasi tersebut.

“Iya, segera kami cek. Terima kasih infonya,” singkatnya.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik, dan masyarakat berharap proses penelusuran dapat dilakukan secara terbuka dan objektif guna memastikan penyaluran dana beasiswa berjalan sesuai aturan, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan.

(Syadir Ali)

Tanggapi Berita Ini