faktual.net,Takalar,Sulsel — Kasus dugaan perundungan yang menimpa seorang siswa di UPT SD Negeri 176 Inpres Lengkese II, Kabupaten Takalar, memicu reaksi keras dari DPRD Takalar. Pada Jum’at (11/9/2026)
Legislator menyebut kejadian ini bukan persoalan sepele, melainkan luka serius bagi dunia pendidikan di Butta Panrannuangku.
DPRD Turun Tangan, Panggil Dinas Pendidikan
Ketua Komisi III DPRD Takalar dari Fraksi Partai Gerindra, Indar Jaya, Jumat (11/09/2026), menyatakan keprihatinan mendalam atas dugaan bullying yang dialami korban berinisial R.
Ia memastikan, dalam waktu dekat Komisi III akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Pendidikan Takalar untuk membongkar duduk persoalannya.
“Kami prihatin dengan kejadian ini. Perundungan terhadap anak tidak boleh dianggap angin lalu. Dampaknya bisa panjang, ke psikis anak. Kami akan segera menyikapinya melalui RDP dengan Dinas Pendidikan Takalar,” tegas Indar Jaya, legislator Partai Gerindra itu.
Menurutnya, sekolah harusnya menjadi rumah kedua yang aman dan nyaman. Jika tempat belajar saja tidak aman, maka cita-cita mencerdaskan anak bangsa hanya jadi slogan.
Orang Tua: Anak Trauma, Sekolah Diam Seribu Bahasa
Tangis kekecewaan disampaikan Suriani, orang tua korban. Ia mengaku anaknya sudah sepekan tidak mau ke sekolah setelah kejadian dugaan perundungan itu.
“Anak saya sudah sepekan tidak mau bersekolah. Kami menduga kuat dia mengalami trauma dan tekanan psikis setelah dibully. Mirisnya, tak seorang pun dari pihak sekolah yang peduli dengan kondisi anak kami,” ujar Suriani dengan suara bergetar.
Suriani mendesak agar kasus ini tidak menguap begitu saja. Ia meminta semua pihak turun tangan.
“Kami berharap aparat pemerintah, legislator, kepolisian, serta Komisi Perlindungan Anak segera menyikapi masalah ini. Jangan biarkan anak kami terus tertekan,” harapnya.
Lingkungan Sekolah Harus Aman
Kasus ini kini menjadi sorotan karena menyangkut 2 hal krusial: perlindungan anak dan tanggung jawab sekolah.
DPRD Takalar menegaskan akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Sementara publik menunggu langkah konkret Dinas Pendidikan dan pihak sekolah untuk memulihkan kondisi korban dan mencegah kejadian serupa terulang.
Reporter : Asman













