oleh

DPD IMM Sultra Minta Kapolres Wakatobi Tegas Dalam Tertibkan Penambang Ilegal

La Ode Subroto Ketua Bidang Hikmah DPD IMM Sultra. 📷Foto: Ist

Faktual.Net, Kendari, Sultra – Masih maraknya tambang galian C diwilayah Kabupaten Wakatobi yang dilakukan oleh beberapa perusahaan. Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sulawesi Tenggara (DPD IMM Sultra), kembali mempertanyakan ketegasan dan komintmen pihak Polres Wakatobi dalam menindak dan menertibankan seluruh aktivitas tambang galian C yang ada diseluruh pulau Wakatobi.

La Ode Subroto selaku ketua bidang Hikmah DPD IMM Sultra, menilai pihak polres Wakatobi masih lamban dan terkesan tebang pilih dalam melakukan penindakan terhadap para penambang galian C.

“Sampai saat ini, masih ada beberapa perusahan yang sengaja beroperasi melakukan penambangan di beberapa titik diwilayah Wakatobi,” tutur Subroto.

Ia menambahkan, sejauh ini baru PT. Buton Karya Konstruksi yang dilakukan penindakan hukum oleh Pihak polres Wakatobi, padahal seluruh perusahaan yang melakukan aktivitas galian C di Wakatobi, tidak ada satupun perusahaan yang mengantongi dokumen resmi.

Baca Juga :  121 KK di Empat Pulau Pemukiman,  Terima Bansos dari Polres Kepulauan Seribu

“Sudah jelas-jelas para penambang ini, telah melakukan pelanggaran serius terhadap UU NO. 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas UU NO 4 Tahun 2009 tentang pertambangan Mineral dan Batubara dan aktivitas penambangan ini, telah berlangsung selama bertahun-tahun,” jelasnya.

La Ode Subroto juga menegaskan, bahwa masalah selanjutnya yang harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah Wakatobi adalah masih banyaknya eks galian C, yang berlubang dan terlantar menjadi lahan kritis selama bertahun-tahun Tidak ada satu pun perusahaan yang bertanggung jawab.

“Kalau dibiarkan terus menerus, akan menjadi ancaman serius terhadap ekologi Wakatobi, dan akan berdampak buruk terhadap keberadaan status Kabupaten Wakatobi sebagai daerah 10 top prioritas destinasi wisata nasional,” Ungkap Subroto.

Tak hanya itu, seharusnya pihak Polres Waktobi harus tersinggung dengan aktivitas yang dilakukan oleh beberapa perusahan yang melaksanakan galian C, karna himbauan yang disampaikan oleh Kapolres Wakatobi AKBP Suharman Sanusi di salah satu media, menghimbau untuk sementara waktu menghentikan aktivitas tambang galian C pun diabaikan oleh para pelaku penambang. Karena dari beberapa bupati dan anggota DPRD yang sudah silih berganti dari periode ke periode.

Baca Juga :  Gerai Vaksin Presisi, TNI Polri Tinjau Vaksinasi Massal Dosis 2 

“Tidak ada satupun bupati dan anggota DPRD Wakatobi yang peduli untuk menghentikan aktifitas galian C yang telah beroperasi selama bertahun-tahun,” Kata Subroto.

Dia juga menyampaikan, bahwa Bupati Wakatobi sendiri dalam kunjungan kerjanya ke Pulau Binongko beberapa hari yang lalu,  telah menyaksikan dan langsung murka atas kesaksiannya akibat dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh aktifitas galian C yang sewenang-wenang.

“Kami berharap kepada Haliana selaku bupati Wakatobi untuk melakukan upaya- upaya dalam menyelamatkan alam Wakatobi, dari tangan- tangan jahil para penambang yang melakukan pengrusakan terhadap kelestarian alam Wakatobi,” Tutup Subroto.

Reporter: Kariadi

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :