Dosen Minta Pihak Universitas Nuku Tertibkan Prodi Kehutanan

20

Faktual.Net, Tidore. Kebijakan Program Studi (Prodi) Kehutanan Fakultas Pertanian Dan Kehutanan Universitas Nuku yang sebatas mencatut nama dosen untuk dimasukan dalam jadwal mata kuliah, namun dosen yang bersangkutan tidak pernah masuk mengajar. mendapat protes keras dari sejumlah dosen yang namanya tercantum dalam jadwal tersebut.

Adalah Aqsan Shadikin SP. M.Sc salah satu dosen dari Universitas Khairun ternate yang diperbantukan untuk mengajar di Universitas Nuku, dia mengatakan alasan dirinya tidak masuk memberikan mata kuliah bukanlah sebuah kesengajaan, melainkan karena dirinya tidak diconfirmasi dari pihak Prodi Kehutanan serta diberikan Surat Keputusan (SK) untuk mengajar sebagaimana Standar Operasional (SOP) Akademik yang ditetapkan, sehingga dirinyapun tidak tau kalau namanya dimasukan dalam jadwal mata kuliah.

“Saya mengajar di kampus nuku kurang lebih sudah lima tahun sejak kerjasama yang dibangun Universitas Nuku dan Unkhair, namun sejauh ini saya sudah tidak mendapat mata kuliah lagi karena tidak diconfirmasi oleh prodi bahkan tidak ada SK, untuk itu kalau saya dibilang malas mengajar saya protes dengan prodi kehutanan, karena saya tidak tau kalau nama saya dimasukan dalam jadwal,” ungkapnya saat dihubungi media ini melalui telephone Kamis, (4/3/19).

Kendati demikian, Aqsan tidak melepaskan tanggungjawabnya sebagai pengajar di Universitas Nuku begitu saja, sehingga dirinya mengaku siap untuk mengajar kembali di Universitas Nuku secara rutin, apabila sudah ada SK yang dikeluarkan dari Prodi sebagai bentuk legalitas dosen untuk mengajar, Pasalnya jika tanpa dibuktikan dengan SK maka tentu dosen yang mengajar bisa disebut sebagai dosen yang ilegal.

“Saya berharap pihak kampus dapat memberikan teguran kepada Program Studi dalam hal kegiatan-kegiatan akademik, karena ini kelalaian dari program studi. kampus tentu tidak mengetahui kelalaian seperti itu,” pungkasnya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Sabaria Niapele dosen tetap Universitas Nuku yang sebelumnya mendapat protes keras dari mahasiswa Fapertahut pada saat unjuk rasa berapa hari lalu, karena namanya termuat dalam jadwal mata kuliah namun tak pernah masuk mengajar untuk mahasiswa kehutanan semester II, dihadapan Mahasiswa saat melakukan hearing terbuka sebelumnya, Sabaria mengaku dirinya tak bisa mengajar karena belum ada SK yang dikeluarkan dari Program Studi. Sehingga ia berjanji akan mengajar apabila sudah ada SK.

Terpisah, saat diconfirmasi melalui Dekan Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Nuku Suhardi Toduho mengenai masalah tersebut, hanya saja yang bersangkutan belum dapat diconfirnmasi, meskipun sudah dihubungi via telphone berulang kali.

Sekedar diketahui berdasarkan data yang dikantongi media ini dosen atas nama Aqsan Shadikin SP, M.Sc namanya dimasukan dalam jadwal mata kuliah untuk semester IV Jurusan Kehutanan dengan memegang dua mata kuliah diantaranya Pengk. Dan Perpetaan Hutan beserta Ilmu Ukur Tanah, sementara Sabaria Niapele, S.Hut, M.Sc yang merupakan dosen tetap Universitas Nuku Jurusan Kehutanan itu, diberi dua mata kuliah untuk Semester II diantaranya Pengantar Ilmu Kehutanan dan Ekologi Umum.

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :