Faktual.Net, Kendari, Sultra — Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, berharap pertumbuhan dividen para pemegang saham PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra), yang dimiliki Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara serta pemerintah kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara, dapat menunjang visi dan misi kepala daerah.
Pernyataan tersebut ia sampaikan di hadapan sejumlah media saat penyajian pemaparan Performance & Business Plan PT BPD Sulawesi Tenggara, Media Gathering Bank Sultra Tahun 2025, yang digelar di Lantai 7 Tower Bank Sultra, Jalan Haji Abdullah Silondae, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Jumat (21/11/2025).
“Harapannya para pemegang saham dividen-nya tidak turun. Ini yang kami dorong agar pertumbuhannya signifikan, karena sangat terkait dengan pembangunan daerah. Di sini banyak visi misi para kepala daerah. Biasanya dividen diumumkan pada RUPS di awal tahun. Pada tahun 2026 nanti kita akan lakukan RUPS, dan cita-cita saya, dividen ini digunakan untuk program-program yang menunjang visi misi para kepala daerah,” jelas Andri Permana Diputra Abubakar Dirut Bank Sultra.
Ia menjelaskan bahwa Bank Sultra harus aktif berbisnis karena memiliki banyak nasabah yang jelas di pemerintahan, dimana pemegang sahamnya pemerintah kabupaten/kota dan provinsi tersebar 18 kabupaten/kota ditambah Pemerintah Provinsi Sultra. Menurut Andri Permana Diputra Abubakar, semakin banyak nasabah, semakin besar aktivitas transaksi dan potensi usaha keuangan.
Masih lanjutnya, Bank Sultra tidak boleh hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga harus merangkul nasabah umum seperti pedagang atau pelaku usaha.
Dipaparkan oleh Andri Permana Diputra Abubakat saat ini, Bank Sultra memiliki 82 kantor cabang dan kantor fungsional, tersebar di 18 kabupaten/kota dan provinsi Sultra, memiliki 179 ATM, dan 1.111 merchan memakai qris, telah menyalurkan dividen sebesar Rp 181 miliar pada tahun 2020, dan Rp 292 miliar pada tahun 2024. Total nasabah 610 ribu, jumlah debitur 66 ribu, tercatat kredit tersalurkan berjumlah 9,4 T, dengan dana yang dihimpun 90,7 T. Menurut Andri dibanding tahun 2024 kreditnya terbilang tumbuh. Posisi laba per September 2025, 262 M, menurut ia, masih mengejar laba dimana posisi laba Desember 2024 lalu, 418 M. Dikatakan Andri Permana Diputra Abubakar, masih banyak ketertinggalan yang harus dikejar untuk mencapai posisi laba karena masih banyak yang belum dibuku disisa tiga bulan terakhir.
“Harapannya para pemegang saham dividen-nya tidak turun dan ini yang kami dorong terus menerus. Pertumbuhan signifikan ini sangat terkait dengan pembangunan daerah. Makin banyak dana nasabah, makin banyak transaksi. Itu ‘vibes’ yang kami dapatkan dari merchant qris dan para pedagang. Dividen ini adalah kontribusi nyata Bank Sultra terhadap pembangunan daerah,” tambahnya.
Dibawah kendalinya, Bank Sultra yang memiliki jaringan lengkap di daerah se-Sultra, dengan jumlah pegawai 982 orang diarahkan menjadi bank yang bisa mendominasi tidak hanya pada birokrasi PNS/ASN untuk memberikan layanan yang terbaik bagi nasabah, karena tidak saja fokus pada PSN tapi juga fokus ke para pedagang produktif.
“Bank Sultra tidak saja fokus pada bank untuk PSN, namun sudah menyediakan qris, kalau mau main di PNS artinya Bank.Sultra bukan bank yang mendominasi, kita bukan hanya kasi kredit untuk PSN tapi bisa untuk semua seperti bank umum, bisa produktif, bisa konsumtif, bisa kasi layananan transaksi seperti qris, bisa mobile banking dan lainnya, saya ingin bank ini dilihat utuh bukan hanya banknya PNS,”
Mantan Head Bank Mandiri Provinsi Sulawesi Tengah itu lahir di Kendari pada 15 Januari 1989, berdarah Wawonii dari ayah dan Mowewe dari ibu. Di hadapan sejumlah media yang hadir, baik cetak, online, dan elektronik, ia memperkenalkan diri sebagai Direktur Utama Bank Sultra yang ditetapkan pada 24 September 2025, setelah melalui uji fit and proper test OJK pada 4 September 2025.
Ia menjelaskan bahwa penunjukannya merupakan bagian dari pencarian talent oleh Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, yang mencari calon direksi hingga ke jajaran Bank Mandiri pusat. Setelah empat tahun menjabat sebagai Head Bank Mandiri di Sulteng, ia kembali pulang dan kini memimpin Bank Sultra, paska melalui serangkaian tahapan selama beberapa bulan.
Tower Bank Sultra sendiri, disampaikan Andri Permana Diputra Abubakar, diresmikan pada 25 September 2025, setelah mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), resmi menjadi kantor pusat Bank Sultra. Sembilan lantai berfungsi kantor divisi dan cabang, lantai satu menjadi kantor fungsional, sementara lima lantai lainnya akan dikomersialkan.
“Saat ini divisi dan kantor cabang berfungsi di sembilan lantai. Masih ada lima lantai kosong, yakni lantai 10 dan 14 yang rencananya akan dikomersialkan. Saat ini sedang dirancang guideline penyediaan dan penyewaannya, agar dapat beroperasi seperti gedung-gedung di Jakarta. Bukan hanya untuk perbankan, tapi juga pihak swasta lainnya bisa menggunakan ruang ini,” terangnya.
Menanggapi pemaparan Performance & Business Plan serta sejumlah pertanyaan wartawan, ia menegaskan bahwa fokus utamanya adalah meningkatkan manfaat perusahaan bagi pemegang saham dan memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.
“Masukan adalah pembelajaran bagi kita, namun bagi saya, pembelajaran cukup satu kali saja. Jika masalah yang sama terulang, berarti kita belum bisa meng-handle masalah itu dengan baik,” tegasnya.
DEL











