Faktual.Net, Muna – Upaya percepatan pembentukan dan pengembangan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di wilayah Jazirah Muna Raya mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat.
Salah satunya datang dari Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Muna, Kafarun, yang mengapresiasi peran Komandan Kodim (Dandim) 1416/Muna Letkol Inf. Salman Habibu dalam mengawal pelaksanaan program strategis nasional tersebut di wilayah Kabupaten Muna dan Muna Barat.
Menurut Kafarun, keterlibatan TNI dalam mengawal pembentukan Kopdes Merah Putih menunjukkan komitmen bersama untuk memastikan program pemerintah dapat berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
“Kami mengapresiasi Letkol Inf. Salman Habibu yang telah mengawal dan mendukung pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di wilayah Muna dan Muna Barat. Kehadiran beliau bersama jajaran TNI menjadi energi positif dalam memastikan program ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Kafarun, Selasa (17/07/2026).
Ia menilai bahwa pengembangan koperasi merupakan bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan yang telah lama menjadi cita-cita para pendiri bangsa.
Menurutnya, koperasi bukanlah konsep baru, melainkan warisan pemikiran ekonomi yang telah diperjuangkan oleh Mohammad Hatta, yang dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia.
“Pengembangan koperasi sesungguhnya merupakan warisan pemikiran para pendiri bangsa. Bung Hatta telah meletakkan dasar bahwa koperasi menjadi instrumen penting dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Karena itu, program Kopdes Merah Putih perlu kita dukung bersama,” katanya.
Dosen STAI Syarif Muhammad Raha ini juga mengajak seluruh komponen masyarakat, pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, dan berbagai organisasi kemasyarakatan untuk ikut mendukung serta mengawal pelaksanaan Kopdes Merah Putih agar dapat terealisasi secara optimal di setiap desa.
“Saya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mendukung dan mengawal Kopdes Merah Putih. Program ini harus kita sukseskan bersama karena tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan memperkuat perekonomian rakyat,” ujarnya.
Meski demikian, ia menyadari bahwa dalam pelaksanaan program berskala besar seperti Kopdes Merah Putih, perbedaan pandangan dan perdebatan merupakan hal yang wajar terjadi di tengah masyarakat. Namun, menurutnya, setelah suatu kebijakan diputuskan melalui mekanisme musyawarah dan sesuai ketentuan yang berlaku, maka seluruh pihak perlu memberikan dukungan demi kepentingan bersama.
“Saya memahami bahwa dalam setiap program pasti ada perdebatan dan perbedaan pendapat. Itu bagian dari proses demokrasi. Namun ketika sebuah program telah diputuskan melalui permusyawaratan, maka menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mendukung dan mengawalnya agar berhasil,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa perdebatan yang berkepanjangan tanpa solusi justru berpotensi menimbulkan kegaduhan baru di tengah masyarakat dan dapat menghambat pelaksanaan pembangunan.
“Kalau program ini terus dijadikan bahan perdebatan tanpa arah penyelesaian, maka yang muncul adalah kegaduhan. Kondisi seperti itu justru dapat menghambat pembangunan dan mengurangi manfaat yang seharusnya diterima masyarakat,” tambahnya.
Mahasiswa S3 UI Annur Lampung ini lebih lanjut berharap sinergi antara pemerintah, TNI, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga program Kopdes Merah Putih benar-benar menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat desa di Jazirah Muna Raya.
Menurutnya, keberhasilan Kopdes Merah Putih tidak hanya menjadi indikator keberhasilan program pemerintah, tetapi juga menjadi langkah penting dalam mewujudkan ekonomi desa yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. (Red).
















