oleh

Dikbud Sultra Sosialisasi Penggunaan Dana BOS

Ketgam📷 : Kepala Dikbud Provinsi Sultra, Drs Asrun Lio MHum PhD saat membuka sosialisasi penggunaan dana Biaya Operasional Sekolah serta Penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri/Swasta Tahun Anggaran 2021, Senin malam (5/4) di Kendari.9

Faktual.Net, Kendari, Sultra – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali melakukan sosialisasi penggunaan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS), yang dirangkaian dengan Penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri/Swasta Tahun Anggaran 2021.

Kepala Dikbud Sultra, Drs Asrun Lio MHum PhD, Senin malam (5/4) mengatakan, sebelumnya pihak Dikbud Sultra telah melakukan kegiatan yang sama pada Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri maupun swasta, dalam rangka memaksimalkan laporan penggunaan Dana BOS.

“Kegiatan ini penting, mengingat laporan dana BOS mempengaruhi pelaporan keuangan daerah secara keseluruhan. Jadi, laporan dana BOS ini merupakan kumulatif dan menjadi bagian dari laporan keuangan daerah,” ucapnya.

Orang nomor satu di jajaran Dikbud Provinsi Sultra ini mengatakan, Dikbud menjadi kunci terkait pelaporan dana BOS sehingga pihaknya tak henti-hentinya melakukan pendampingan hingga sosialisasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pada sekolah-sekolah yang menjadi kewenangan Dikbud Provinsi Sultra.

Baca Juga :  Putus Mata Rantai penyebaran Covid-19, Personil Polsek Bontoala Laksanakan Operasi PPKM

“Saya berpesan agar para peserta termasuk para kepala sekolah untuk mengikuti kegiatan ini dengan baik, dalam rangka mendukung kecepatan dan ketepatan laporan keuangan daerah kita setiap tahunnya. Laporan keuangan daerah menjadi tanggung jawab kita bersama sehingga dibutuhkan peran serta semua sekolah untuk tepat waktu,” pesannya.

Dia melanjutkan, kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk menyiapkan kembali setiap sekolah-sekolah, yang sewaktu-waktu dan kapan saja telah siap ditunjuk menjadi sampel oleh pemeriksa keuangan seperti dari BPK.

“Jangan sepelehkan masalah administrasi karena kita bisa selamat atau tidak, juga karena administrasi. Jadi kalau kepala sekolah sebelumnya melakukan kesalahan dan kekeliruan maka kepala sekolah tersebut yang akan menanggung,” tegasnya.

Baca Juga :  Satlantas Polrestabes Semarang Gelar Apel di Pos Penyekatan Gerbang Tol Kalikangkung

Asrun Lio juga berpesan bahwa meskipun pelaporan dana BOS telah diketahui dan menjadi pekerjaan rutin sekolah, namun harus tetap memperhatikan administrasi dan mengerti serta memahami aturan.

“Jadi aturan ini bukan lagi hanya menjadi diskusi tetapi untuk dilaksanakan. Kesalahan-kesalahan administrasi dalam penginputan termasuk sistem akuntasi kita itu harus jelas,” lanjutnya lagi.

Dia menambahkan, adapun pokok-pokok kebijakan dana BOS Tahun 2021 yakni tetap fleksibel termasuk dapat digunakan untuk keperluan persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, H Andi Azis MPd mengatakan, sosialisasi tersebut melibatkan pihak dari Dikbud Provinsi Sultra, perwakilan Kemendikbud RI termasuk inspektorat dari Kementerian RI dalam rangka memberikan bimbingan kepada para peserta sehingga pelaporan dana BOS menjadi baik dan lebih terarah.(Rilis).

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :