Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Diduga Tidak Transparan, Warga Soroti Pengembalian ADD dan Pencairan Dana BUMDes Desa Guali

×

Diduga Tidak Transparan, Warga Soroti Pengembalian ADD dan Pencairan Dana BUMDes Desa Guali

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.Net, Muna Barat — Warga Desa Guali, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat kembali menyoroti perihal dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa Guali sudah berjalan 1 tahun lebih belum menemui titik terang.

Hal itu ditengarai oleh adanya dugaan pengelolaan anggaran Dana Desa (ADD) Tahun yang tidak transparan.

Pasang Iklanmu
iklan 468x60
Pasang Iklanmu

Kepolisian Resor (Polres) Muna dikeluhkan oleh salah satu masyarakat Muna Barat, bernama Kartono.

Pasalnya dikarenakan laporannya pada tanggal 2 September 2024 perihal tindak pidana korupsi Dana Desa Guali sudah berjalan 1 tahun lebih belum menemui titik terang.

“Berdasarkan informasi yang kami peroleh bahwa Inspektorat telah melakukan audit dan di temukan adanya kerugian negara dengan total 175.000.000, mantan bendahara harus mengembalikan Rp. 75.000.000 dan mantan ptl. Kepala Desa Mengembalikan sebesar Rp. 100.000.000,” tutur Kartono, Selasa (09/12/2025).

Mantan Bendahara dan Plt Kades Guali diberi waktu untuk mengambil dana tersebut sampai tanggal 30 November 2025.

“Sampai hari ini, kami belum mendapatkan informasi tentang pengembalian yang dilakukan oleh para aparat desa tersebut,” ujar Kartono.

Kanit Tipikor Polres Muna, IPDA Markus Maksa menjelaskan terkait pengembalian Dana tersebut masi dalam tahap proses mendalami aliran dana di rekening Desa Guali.

Baca Juga :  Screenshot Viral Ungkap Dugaan Praktik “Negosiasi” Berkedok Media, Jurnalis Bereaksi Keras

“Sudah ada pengembalian sebagian temuan Apip Mubar, sampai saat ini masih kami dalami aliran dana di rekening desa,” ucapnya saat dikonfirmasi media faktual.net.

Kartono melanjutkan, perlu diketahui bahwa bendahara saat ini yang menggantikan bendahara sebelumnya yang bermasalah merupakan suami dari mantan bendahara.

“Jadi kami menduga uang yang digunakan untuk menutupi temuan kerugian negara menggunakan anggaran dana desa tahun 2025,” ungkapnya.

Kartono mendapatkan informasi bahwa anggaran BUMDes sebesar 160.000.000 telah dicairkan beberapa bulan lalu.

“Setelah kami mengkonfirmasi kepada ketua BUMDES Desa Guali bahwa dana tersebut tidak pernah sampai kepada mereka,” kata Kartono.

Kartono menduga Plt Kades saat ini ikut menutupi kasus ini dan ikut menikmati dana desa tahun 2025.

Sementara itu, Ketua BUMDes Desa Guali, Herman membenarkan hal tersebut, anggaran BUMDes sebesar 160.000.000 belum dicairkan.

“Sepengetahuan saya sampai saat ini dana BUMDes belum masuk di rekening BUMDes,” Kata Ketua BUMDes,” kata Ketua BUMDes Guali.

Plt Desa Guali, Irwan Hidayat, saat dikonfirmasi media ini, melalui telepon WhatsApp berdering dan chat. Namun, belum memberikan respon.

Penulis: Kariadi

Tanggapi Berita Ini