Example floating
Example floating
Headline

Dialog Lintas Agama Jakarta Barat Dorong Toleransi, Densus 88 Sebut Penting Cegah Intoleransi Sebelum Jadi Terorisme

×

Dialog Lintas Agama Jakarta Barat Dorong Toleransi, Densus 88 Sebut Penting Cegah Intoleransi Sebelum Jadi Terorisme

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net – Jakarta – Komite Lintas Agama Jakarta Barat bekerja sama dengan Seksi HAAK Gereja Katolik St. Matius Rasul menggelar talkshow dan buka puasa bersama bertema “Berdamailah dengan Segala Perbedaan demi Merajut Kebangsaan” pada Selasa (10/3/2026) sore. Kegiatan berlangsung di Aula Maria Ratu Rosari, Gereja St. Matius Rasul, Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

Acara dihadiri oleh Kombes Pol Moh. Dofir (Kasubdit Kontra Ideologi Direktorat Pencegahan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri), H. Matsani, S.Sos., M.Si. (Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi DKI Jakarta), Tumpal Hasiholan Matondang (Kasuban Kesbangpol Jakarta Barat), H. Saumun Hasan (Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Jakarta Barat), serta tokoh lintas agama.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu


Dimulai pukul 16.00 WIB, acara diawali dengan doa pembuka sesuai keyakinan masing-masing agama, penyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya, sambutan dari perwakilan organisasi agama, dan dibuka resmi oleh Kombes Pol Moh. Dofir.

Dalam sesi diskusi, tiga narasumber menyampaikan pandangan terkait kerukunan dan pencegahan paham ekstrem. H. Matsani menekankan bahwa Jakarta sebagai miniatur Indonesia yang plural membutuhkan kolaborasi menjaga harmonisasi. Ia menyebutkan contoh praktik toleransi seperti Banser yang menjaga gereja saat Natal dan Kokam Muhammadiyah yang menjaga kegiatan keagamaan.

“Kesbangpol siap mendukung kegiatan yang memperkuat persaudaraan lintas agama, baik formal maupun informal. Di Jakarta ada sekitar 36.000 organisasi kemasyarakatan dengan ideologi yang tetap satu, yaitu Pancasila,” ujar Matsani.

Baca Juga :  Riverwalk Island PIK 2 Kukuhkan Posisi sebagai Etalase Toleransi dan Keragaman Bangsa melalui Peresmian Kelenteng Tian Fo Gong

H. Saumun Hasan mengutip Surat Al-Hujurat ayat 13 untuk mengingatkan pentingnya saling mengenal di tengah perbedaan. Ia menjelaskan bahwa FKUB berperan menjaga kerukunan melalui kerja sama pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.

“Toleransi berarti kita boleh meyakini agama kita terbaik, tetapi tidak merendahkan keyakinan orang lain. Saat ini kita telah memiliki Kampung Kerukunan di Kelurahan Rawa Buaya dan berharap bisa diperluas ke setiap kecamatan Jakarta Barat dalam lima tahun ke depan,” jelasnya.

Sementara itu, AKP Mirza Triyuna P. dari Densus 88 Anti Teror Mabes Polri menjelaskan bahwa perbedaan yang tidak ditangani dapat berkembang menjadi tindak kejahatan terorisme melalui tahapan IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme).

“Kami melakukan vaksinasi kepada masyarakat dengan memberikan edukasi agar tidak terpapar paham ekstrem. Kegiatan dialog lintas agama sangat penting karena bisa mencegah intoleransi sejak awal,” paparnya.

Salah satu peserta, Romo Rafian dari Rohaniwan Dhammaduta Indonesia Provinsi DKI Jakarta, mengapresiasi kegiatan yang dianggap memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat majemuk.

Acara berlangsung dalam suasana akrab dan ditutup dengan buka puasa bersama. Panitia juga menyediakan ruangan khusus bagi peserta Muslim untuk melaksanakan salat menjelang berbuka, yang menjadi bukti nyata penghormatan terhadap praktik keagamaan masing-masing.

Reporter: Rosmauli

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit