faktual.net,Jakarta – Diawal Tahun 2026 Pemda Jakarta berpesta air, Senin (12/1), hingga kebingungan untuk menyimpan dan memanfaatkannya, air yang datang dari langit, Laut serta Pegunungan (Bogor dan sekitarnya), menyebabkan genangan air yang melimpah hingga masuk ke rumah warga, sehingga warga meninggalkan rumahnya.

setiap tahun ada anggaran hingga Triliunan untuk proyek pekerjaan peningkatan jalan, pembentukan rumah pompa dan pintu air, dan jenisnya, pekerjaan proyek yang dilakukan oleh Dinas Bina Marga dan sudinnya (BM), Dinas dan sudin perumahan (prkp), dinas Sumber Daya Air (sda) yang katanya prioritas penanggulangan banjir, tapi nyatanya malah yang tadinya tidak pernah banjir hingga ke dalam rumah malah jadi masuk kerumah, ungkapan dari Ary kay (50), warga kelurahan Sunter Agung Kecamatan Tanjung Priok, Senin (12/1), yang sedang mengangkat barang dirumahnya ketempat yang lebih tinggi.
“Baru dibangun tuh rumah pompa, mana proyeknya lebih kelewat dari waktu yang ditentukan, kirain bisa ngelawan banjir, eh malah kebanjiran gue,” Gerutunya.

Lanjutnya, Sembilan tahun aman. Sekarang terjadi lagi ditahun 2026, padahal sudah ada rumah pompa, dan wilayah sudah ditingkatkan jalan dan pembuangan air atau selokan, yang walau tidak tahu kemana airnya turun, karena diduga pekerjaan proyek, diduga tidak sesuai volume dan gambar dan masuk pemberitaan.
“Pasukan Orange (ppsu) sudah hampir setahun ga nampak diwilayah RW 08 dan 09, ya karena ga banjir, paling pun kalo banjir cuman dijalan, tidak masuk rumah,” Pungkasnya.

Iman (52) warga komplek Sekneg Blok A, kelurahan Sunter Agung, terdampak banjir mengatakan, rumahnya sudah masuk air sejak pagi hari, ketinggian air sekira 30 cm, dan tidak menduga air akan berkunjung kerumahnya.
“Aduh tidak nyangka bang, kirain nggak mampir nih air, eh masuk juga,” Katanya.
Iman juga mengatakan, Jakarta saat ini sangat berlimpah dengan air, hingga tidak mampu untuk menampungnya, air ada dimana-mana sampai masuk kerumah dan merendam barang-barang yang belum sempat diselamatkan ketempat yang lebih tinggi.
“Tidak nyangka bang, akan banjir, kan sudah banyak nih disekitar wilayah kita pompa air, pintu air dan sejenisnya, jadi tidak ada persiapan untuk beres-beres,”ucap Iman.

Info dari BPBD wilayah Jakarta Utara
Air yang turun dari langit, laut dan diduga Aliran dari Bogor, berkeliaran di :
– Kel. Tanjung Priok : Ketinggian: 20 cm
– Jl. Anggrek, Kel. Rawa Badak Utara
-Jl. Walang Baru VII A, Kel. Tugu Utara
-Jl. Rorotan 10, Kel. Rorotan Depan Masjid Tanwirul Ikhsan, Kel.Rorotan
-Jalan Taman Stasiun, Kel.Tanjung Priok
-Jln.Pegangsaan Dua (depan Yakobus), Kel. Pegangsaan Dua
-Jln.Rawa Indah RT.03/03, Kel. Pegangsaan Dua
-Jln.Pegangsaan Dua Depan (Aprt. Greenhill), Kel. Pegangsaan Dua
– Jln.Hybrida, Kel. Pegangsaan Dua
-Jln. Pegangsaan Dua ( Depan RJTM ), Kel. Pegangsaan Dua
-Jln. Arteri, Kel. Pegangsaan Dua
-Jl. Agung Karya VI, Kel. Sungai Bambu
-Jl. Jampea RW 007, Depan Maqom Mbah Priok, Kel. Koja
-Jl. Deli RW 007, Kel. Koja
-Jln Lorong 22 RW 007, Kel. Koja-
Jl. Mawar RW 002, Kel. Koja
-Jl. Cipeucang V RW 013, Kel. Koja
-Jln orong Z RW 001 , Kel. Koja
-Jl. Muara Baru, Pluit Sea View , Kel. Penjaringan
-Jl. Yos Sudarso Depan Altira , Kel. Sunter Jaya
– Jl. Sunter Indah Raya, Kel. Sunter Jaya

Upaya Penanganan:
BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas. Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat.
Imbauan:
BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan. Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop.(zul)
















