Faktual.Net, Kendari, Sultra – Puluhan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cabang Kendari, melakukan demonstrasi di depan kantor DPRD, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Jumat, (30/072021).
Unjuk rasa tersebut menolak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Kendari, yang di anggap sebagai bentuk kebijakan yang tidak tepat dan hanya menyusahkan masyarakat kecil di Kota Kendari.
Pantauan media Faktual.Net, beberapa mahasiswa menyegel Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi tenggara. Dengan menggunakan Pilox bertuliskan “Segel DPRD Kosong”
Askal sebagai Korlap menjelaskan, penyegelan tersebut disebabkan karena tidak ada satu pun Anggota DPRD Provinsi Sultra yang menemui masa aksi saat bertandang di gedung wakil rakyat tersebut. Penyegelan gedung tersebut sebagai bentuk kekecewaan massa aksi karena tidak seorang pun dari anggota DPRD berada di tempat.
“Kami kecewa terhadap anggota DPRD, karena tidak ada seorang pun yang berada di tempat, alasannya sedang perjalanan dinas,” Jelas Askal.
Askal melanjutkan dalam orasinya mengatakan, pemberlakuan PPKM ini tentu sangat merugikan masyarakat kecil dan pelaku usaha.
“Kami menilai PPKM ini tidak efektif dalam penerapanya dan sangat merugikan masyarakat kecil yang memangkas aktivitasnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,” Ungkapnya saat berorasi di depan kantor DPRD Provinsi Sultra.
Selain itu, pihaknya meminta kepada pemerintah untuk mencabut Instruksi Mendagri nomor 26 tahun 2021 tentang perpanjangan PPKM level 1, 2, dan 3.
“Kami mendesak DPRD Provinsi Sultra untuk mengindahkan tuntutan kami ke pemerintah pusat untuk mencabut Inmendagri Nomor: 26 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Level 3, 2 dan 1,” Tandas Askal.
Sebelumnya, IMM Cabang Kendari melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Wali Kota Kendari, namun Wali Kota dan Sekda tak berada di tempat.
Mahasiswa membakar ban bekas, di depan Kantor Walikota sehingga terjadi Kericuhan antar massa aksi dan aparat Satpol PP yang membubarkan massa aksi.
Jika tuntutan mereka belum dipenuhi, akan konsolidasi kembali dan melaksanakan aksi lanjutan dengan jumlah yang banyak.
Penulis: Kariadi














