Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Headline

Deklarasi Kesatuan Tubuh Kristus: Momentum Kesatuan Doa Nasional — HUT ke-81 Kemerdekaan RI

×

Deklarasi Kesatuan Tubuh Kristus: Momentum Kesatuan Doa Nasional — HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Sebarkan artikel ini

Faktual.net – Jakarta Selatan – Bertempat di Balai Sarbini, Jakarta — 17 Agustus 2026 disampaikan Deklarasi Kesatuan Tubuh Kristus.

Kami, para wakil dari delapan Aras Gereja Nasional, Jaringan Doa Nasional, FGBMFI, serta seluruh umat Tuhan yang hadir di sini dan yang berseru dari 620 titik doa di 38 provinsi se-Indonesia, dengan rendah hati dan penuh kasih karunia, menyampaikan pernyataan kesatuan ini di hadapan Tuhan Yang Mahakuasa dan di hadapan seluruh bangsa Indonesia.

Pasang Iklanmu
Pasang Iklanmu

MENYADARI bahwa Kitab Suci menyatakan dengan jelas: “Sebab seperti dalam satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita-kita ini adalah satu tubuh di dalam Kristus, tetapi kita masing-masing adalah anggota yang satu terhadap yang lain” (Roma 12:4–5). Kami memahami bahwa perbedaan denominasi, tradisi, dan pelayanan bukanlah sekat pemisah, melainkan kekayaan yang Tuhan sediakan untuk saling melengkapi demi kemuliaan-Nya.

MENYAKINI bahwa Yesus Kristus adalah Kepala satu-satunya Gereja yang Kudus, dan di bawah kepemimpinan-Nya tidak ada yang lebih besar atau lebih kecil — semua adalah anggota yang berharga dan memiliki fungsi yang diperlukan untuk pertumbuhan Tubuh secara utuh. Kami menolak segala bentuk perpecahan, kesombongan, dan sikap saling meniadakan yang melukai kasih Kristus telah persembahkan di kayu salib.

MENYADARI bahwa bangsa Indonesia merayakan 81 tahun kemerdekaan, namun masih menyisakan pergumulan, ketidakadilan, dan perpecahan yang mengancam persatuan. Gereja tidak boleh diam di tengah situasi ini. Justru di sinilah panggilan kami — menjadi garam yang menyelamatkan dan terang yang memancar, agar semua orang melihat perbuatan baik kami dan memuliakan Bapa kami yang di sorga.

DENGAN KESADARAN PENUH, kami menyatakan dengan lisan dan hati yang satu:

PERTAMA — KITA SATU TUBUH DI DALAM KRISTUS.
Kami tidak lagi memandang satu sama lain sebagai gereja yang berbeda atau kelompok yang terpisah. Kami adalah satu. Satu iman, satu pembaptisan, satu pengharapan, satu Tuhan dan Bapa dari semua, yang di atas semua, yang melalui semua, dan yang di dalam semua (Efesus 4:4–6). Perbedaan kami adalah kekayaan, bukan penghalang. Kami berjanji untuk saling menerima, saling menghormati, dan saling mengasihi sebagaimana Kristus telah mengasihi kami.

KEDUA — KESATUAN INI BUKAN SEKADAR KATA, MELAINKAN HIDUP.
Kami bertekad untuk mewujudkan kesatuan ini dalam pelayanan yang nyata. Kami akan membangun kerja sama antar-gereja, saling mendukung dalam doa dan karya, serta bersama-sama terlibat dalam pembangunan bangsa — di bidang pendidikan, sosial, kemanusiaan, dan keadilan. Kami tidak akan lagi bekerja sendiri-sendiri, melainkan bergerak bersama sebagai satu pasukan yang teratur, mengikuti satu Kepala, yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Baca Juga :  Soul Cafe dan Resto Hadirkan Suasana Baru

KETIGA — KAMI BERBERSATU BERDOA DAN BEKERJA UNTUK INDONESIA.
Kami menyadari bahwa kami adalah warga negara yang baik sekaligus anak-anak Tuhan yang setia. Kami berdoa bagi bangsa dan negara, bagi para pemimpin, bagi persatuan dan kesatuan. Tetapi kami juga bertekad untuk bekerja dengan jujur, berkarya dengan teladan, dan berkontribusi dengan tulus — agar Indonesia benar-benar menjadi bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur sesuai cita-cita para pendiri bangsa. Kami mengingatkan: berdoa tanpa bekerja adalah iman yang mati, bekerja tanpa berdoa adalah kesombongan yang berbahaya. Keduanya harus berjalan beriringan.

KEEMPAT — KAMI MENJAGA KESATUAN INI SEBAGAI AMANAH YANG SUCI.
Kesatuan yang hari ini kami nyatakan bukanlah hasil karya manusia, melainkan buah dari doa yang naik selama puluhan tahun dari sabang sampai Merauke. Karena itu kami berjanji untuk menjaganya dengan kerendahan hati, kesabaran, dan kasih. Jika ada di antara kami yang tersandung, kami saling menopang. Jika ada yang lemah, kami saling menguatkan. Jika ada yang berbuat salah, kami saling memulihkan dalam semangat kasih dan kebenaran.

DENGAN DEMIKIAN, di hadapan Tuhan, di hadapan satu sama lain, dan di hadapan seluruh bangsa Indonesia, kami menyatakan:

KAMI SATU. KAMI BERDOA. KAMI BEKERJA. KAMI MEMBERKATI.
Tubuh Kristus yang Satu — Hadir untuk Indonesia yang Satu.
Dari Sabang sampai Merauke — Satu Hati, Satu Suara, Satu Bangsa.

Semoga Tuhan Yang Mahakuasa memelihara kesatuan ini, menuntun langkah kami, dan memberkati bangsa Indonesia dari generasi ke generasi.

Dibacakan dan disepakati bersama pada hari ini, 17 Agustus 2026, di Balai Sarbini, Jakarta.

Para Wakil yang Menyatakan:

– PGI — Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia
– KWI — Konferensi Waligereja Indonesia
– PGLII — Persekutuan Gereja-gereja Lintas Injil Indonesia
– PGPI — Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia
– PGBI — Persekutuan Gereja-gereja Bethel Indonesia
– GOI — Gereja Ortodoks Indonesia
– Bala Keselamatan
– Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
– Jaringan Doa Nasional (JDN)
– FGBMFI Indonesia

Red/JS/AN

Tanggapi Berita Ini