Dari Giat Dialog Kebangsaan Sekolah Kajian dan Stratejik Global, Universitas Indonesia : “Fungsi dan Peranan Ormas Islam Masa Kini”

36

FAKTUAL.NET, JAKARTA PUSAT – Dihadiri mahasiswa dari berbagai kampus dan pemerhati masalah keormasan Islam, Selasa, (27/08/2019) bertempat di Lantai III Gedung Sekolah Kajian dan Stratejik Global Universitas Indonesia, Jakarta Pusat dilangsungkan diskusi yang menarik, mengangkat tema Fungsi dan Peranan Ormas Islam Masa Kini.

TGB Menerima Cinderamata dari Penyelenggara

Hadir dalam kesempatan tersebut para nara sumber  tokoh Islam  : 1). Tuan Guru Bajang  Muhammad Zainul  Mazdi yang akrab disapa dengan TGB, Ketua Ikatan Alumni Al Azhar Indonesia (OIAA) yang juga merupakan tokoh Nahdlatul Wathan. 2). Drs. M. Lutfi TMA, M.Si Direktur Ormas Kemendagri, 3). Savic Alie, Aktivis Literasi Digital, 4). K.H. Masduki Baedowi, Pengurus MUI Pusat dan 5). Dr. Mulawarman Hannase, Lc, MA.Hum Dosen KTTI SKSG UI.

Menurut TGB, dalam beberapa literatur keislaman definisi negara islam adalah negara yang memiliki penduduk mayoritas bukan yang menggunakan sistem pemerintahan tertentu. Selain itu, khazanah keislaman di Indonesia sangat kaya dan mendalam. Bahkan, tidak ada negara luar yang memiliki khazanah keislaman seperti Indonesia.

K.H. Masduki Baedowi menerima cinderamata diserahkan oleh Mulawarman Hannase

“Selain rujukannya yang banyak hal itu juga dipengaruhi karakteristik ulama kita yang menanamkan nilai-nilai kebangsaan, mencintai tanah air,” ucap TGB penuh wibawa.

Dalam kesempatan diskusi itu M. Lufti mengungkapkan,  “Ormas Islam sebagai civil society harus dijaga jangan sampai terlepas dari titik harmonis akibat dari politik praktis,”  Bahkan disampaikannya di Indonesia pada pukul 09.25 per tanggal 27 Agustus 2019 ormas tercatat sebanyak 26.876 ini menandakan betapa antusiasnya warga negara Indonesia dalam berorganisasi dan tentunya di dalamnya organisasi Islam merupakan yang terbesar memberikan sumbangsih bagi pembangunan negeri ini.

Baca Juga :  Belajar Melantai, Kadis: Saya Minta maaf, Semua Segera Terlayani

Pembicara berikutnya adalah Savic Alie yang penuh energik dan berwawasan yang patut diperhitungkan sebagai tokoh muda Islam masa depan  yang menggeluti dunia Literasi. Komandan NU Online itu mengungkapkan, “Persebaran hoax, isu sara sering dimainkan oleh ormas di dunia medsos misalnya tweeter. Misalnya hastag #bubarkanfpi tampil diisukan sebagai seruan NU padahal bukan, dan hastag #bubarkanbanser ini justru dimainkan oleh oknum yang pro FPI,” ungkapnya.

Tetapi Savic yakin bahwa NKRI akan tetap eksis karena isu-isu yang dimainkan oleh ormas-ormas yang radikal sudah tidak laku lagi dan akan dengan gencar diserang oleh orang-orang yang pro NKRI Harga Mati.

Dalam penyampaian berikutnya  K.H. Masduki Baedowi mengungkapkan, “Fenomena yang terjadi kini adalah masalah tokoh  ormas   yang dilaporkan lalu menyusul permintaan maaf, tidak ada proses hukum, ” ungkapnya.

Baca Juga :  Belajar Melantai, Kadis: Saya Minta maaf, Semua Segera Terlayani

“Permasalahan yang terjadi di Indonesia adalah  bahwa kita kurang menggalakkan  dialog antar umat beragama dan kebinekaan mestinya  harus terus dibangun dengan empati,” tegas Baedowi.

Bangsa Indonesia harus menjaga hubungan baik dan medsos hendaknya dijadikan subjek dan sebuah kebinekaan harus berjalan melalui sebuah proses perawatan jika tidak tentu sangat berbahaya,” ungkapnya lagi.

Sebagai pembicara penutup dalam diskusi kebangsaan itu adalah Mulawarman Hannase. Dengan tegas menyampaikan hal penting yang dibutuhkan bangsa Indonesia sehubungan keberadaan Ormas sebagai institusi civil society dalam makalahnya yaitu : “Pertama, dalam negara yang menganut demokrasi Pancasila, ormas harus memantau pergerakan anggotanya memastikan ideologinya tidak melenceng. Kedua, Ormas harus menyesuaikan diri dengan pola hidup yang cepat, dari manual ke digital dari sakralisasi ke melinialisasi sehingga perannya menyentuh semua segmen. Dan ketiga, Ormas harus menjadi alat kontrol kekuasaan,” tegasnya.

Acara tersebut ditutup dengan pemberian cindera mata kepada nara sumber dari pihak penyelenggara yang dikomandani oleh Siti Khoiriyah dari Forum Mahasiswa Sekolah Kajian Stratejik dan Global, Universitas Indonesia dan dilanjutkan dengan foto bersama.

(Johan Sopaheluwakan)

 

 

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :