Example floating
Example floating
Headline

CWIG : Affiliator Investasi Ilegal Akas DAO ‘Penghisap Darah’ Masyarakat yang Harus Dibasmi!

×

CWIG : Affiliator Investasi Ilegal Akas DAO ‘Penghisap Darah’ Masyarakat yang Harus Dibasmi!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Faktual.net – Jakarta, Minggu (17/8/2025) –  Praktik afiliasi investasi ilegal di Indonesia telah mencapai titik nadir, merugikan masyarakat hingga ribuan triliun rupiah. Para pelaku, yang oleh Presiden Prabowo Subianto disebut sebagai “penghisap darah masyarakat,” harus dihukum seberat-beratnya!

Henry Hosang, Ketua Umum Cerdas Waspada Investasi Global (CWIG) menegaskan bahwa, “Kejahatan ini bukan hanya merugikan secara finansial, tetapi juga menghancurkan harapan dan masa depan banyak orang. Para affiliator, dengan iming-iming keuntungan besar, telah menjerat korban-korban yang tidak bersalah,” ujarnyanya.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu

Lebih lanjut ia mengatakan, “Ini adalah kejahatan luar biasa yang merusak sendi-sendi ekonomi dan sosial kita,” ujar Henry dengan nada geram. “Para pelaku harus bertanggung jawab penuh atas kerugian yang mereka timbulkan.”

Lebih lanjut, Henry menekankan bahwa hukuman maksimal harus diberikan kepada para pelaku yang sadar betul bahwa bisnis yang mereka jalankan adalah ilegal. Mereka adalah penjahat keji yang dengan sengaja menipu dan merampok uang rakyat.

Baca Juga :  Polri Gelar Dzikir dan Doa Bersama Sambut Hari Bhayangkara ke 80

“Tidak ada ampun bagi mereka! Hukuman harus memberikan efek jera yang kuat agar tidak ada lagi yang berani melakukan kejahatan serupa,” tegas Henry.

Pernyataan keras ini sejalan dengan semangat Presiden Prabowo Subianto yang berkomitmen untuk memberantas segala bentuk kejahatan ekonomi yang merugikan masyarakat. Pemerintah harus bertindak tegas dan cepat untuk melindungi rakyat dari para “penghisap darah” ini.

Saatnya bagi aparat penegak hukum untuk menunjukkan taringnya! Tangkap, adili, dan hukum seberat-beratnya para affiliator investasi ilegal. Jangan biarkan mereka terus merajalela dan merusak masa depan bangsa!

Reporter: Johan Sopaheluwakan

Tanggapi Berita Ini