Cegah Penyakit Rubella, Dinkes Tikep Bakal Bangun Posko Imunisasi

36

Faktual.Net, Tidore. Guna mencegah penyakit Rubella atau campak yang mudah menyerang anak dibawah umur bahkan bisa menular kepada anak yang masih berada dalam kandungan, Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan berencana pada Sabtu 13 Oktober 2018, bakal membuka posko imunisasi bagi penyakit Campak dan Rubella di kawasan Pantai Tugulufa Kelurahan Indonesiana. Proses imunisasi tersebut akan berlangsung sampai pada 31 Oktober 2018.

“Penyakit ini jika tidak dicegah sedari awal maka dampaknya bisa membuat anak yang berada dalam kandungan itu terlahir cacat, untuk itu jauh sebelum dia menyebar lebih luas, satu-satunya yang bisa dicegah adalah dengan melakukan imunisasi, dan anak yang melakukan imunisasi itu mulai dari usia 9 bulan sampai pada usia 15 tahun,” ungkap kepala Dinkes Kota Tikep Abdullah Maradjabessy saat ditemui Faktual.Net pada Kamis, 11/10/2018 di Kantor Walikota Kota Tikep.

Baca Juga :  Libatkan 11 Dokter, Penanganan Bayi Pandhu Penderita Hidrosefalus Bertahap Maksimal

Olehnya itu, dia menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Tidore Kepulauan agar bisa berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut, mengingat kegiatan ini merupakan komitmen satu dunia untuk mencegah penyakit berbahaya itu.

“Kalau dulu itu untuk vaksinnya saja bisa mencapai Rp. 400 ribu sementara untuk penanganan penyakit rubella satu orang saja bisa mencapai ratusan juta, namun saat ini pemerintah telah menggratiskan. Hal ini dilakukan agar anak-anak Indonesia yang merupakan tongkat estafet bangsa bisa terlahir dengan sempurna, jadi sebelum penyakit itu menyerang kita cegah lebih dulu sebagai upaya untuk membentuk kekebalan tubuh,” jelasnya.

Lebih lanjut, lelaki yang akrab disebut Dokter Dula itu juga mengatakan bahwa untuk gejala penyakit tersebut ketika dialami, hanya flu dan batuk biasa. Namun dampaknya kepada ibu hamil yang berdekatan dengan orang yang terkena penyakit itu, maka anak didalam kandungannya bisa berdampak kebutaan pada mata dan pendengaran yang kurang baik alias tuli, sehingga tidak ada alasan lain selain melakukan Imunisasi sebagai bentuk dari kekebalan tubuh.

Baca Juga :  LPSD-Jakarta Dinahkodai Ketum Baru, Dewan Penasehat: Kami Siap Suport

“Hampir disemua negara sudah melakukan demikian, bahkan di Arab sendiripun juga sudah. Untuk itu kita targetkan soal imunisasi rubella ini kita harus capai diangka 95 persen, dan di tidore itu sekitar 2.000 anak yang belum tersentuh, bahkan anak-anak para ASN juga ada,” paparnya.

Penulis : Suratmin Idrus

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :