Faktual.Net, Buton Tengah. Bupati Buton Tengah (Buteng) H. Samahuddin, SE telah menargetkan pembangunan tugu di bundaran persimpangan Labungkari akan tuntas pada akhir 2018. Saat meninjau lokasi pendirian tugu, Bupati Buteng ini bahkan rela masuk menelusuri semak belukar dibawah sengatan panas matahari dengan berjalan kaki.
Samahuddin juga mengatakan, dana pembangunan tugu Labungkari tersebut akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan tahun 2018 dengan luas lahan yang dipersiapkan berkisar kurang lebih 70 meter.
“Di bundaran ini nanti kita bangun tugu yang menghubungkan jalan poros Lombe-Raha, poros Mawasangka, poros perkantoran, dan poros Wamengkoli,” ungkap Samahuddin kepada awak media, Senin (03/09/2018).
Bupati definitif pertama di Buteng ini mengungkapkan pula, bundaran Labungkari rencana awalnya akan dibangun menjadi simpang lima, namun akan disesuaikan dengan posisi maupun jalur jalan poros.
“Kalau untuk pembebasan lahannya nanti kita dudukkan bersama bulan Desember atau bulan Januari, yang penting pengerjaannya bisa selesai dulu,” ungkap Samahuddin.
Ditempat yang sama, Kepala Desa Matawine, Irwan langsung menyatakan kesiapan dan dukungan terhadap rencana pembangunan tugu di bundaran Labungkari.
“Siapa saja yang ingin masuk dalam persoalan ini mari kita buang kepentingan-kepentingan pribadi kalau kita mau bangun ini daerah. InsyaAllah kalau untuk persoalan lahan yang dibawah ini kita akan carikan solusi bagaimana caranya, artinya kita panggil orang-orang yang punya hak,” ujarnya.
Irwan juga menegaskan, dalam waktu dekat ia siap melakukan koordinasi dan mediasi kepada masyarakat pemilik lahan, dengan harapan dikemudian hari tidak ada permasalahan dikalangan masyarakat.
“Kendalanya ini saat dilakukan mediasi pada tahun lalu yang hadir rata-rata bukan pemilik lahan, yang mengatakan juga setuju untuk ibukota Kabupaten di Labungkari rata-rata orang yang tidak punya lahan disitu, tapi InsyaAllah untuk pembebasan lahan kita akan usahakan agar tidak ada kendala,” tegasnya.
Salah satu warga yang berdomisili di dekat persimpangan Labungkari, Drs. Alisiu menyatakan dukungan atas rencana Pemda Buteng untuk membangun tugu di bundaran Labungkari, ia bahkan siap menyerahkan secara cuma-cuma bila lahan kediamannya terkena proyek pembangunan tugu.
“Prinsipnya saya secara pribadi terkait dengan program pemerintah, apalagi bundaran ini nanti merupakan jantung dari pada ibukota, sangat mendukung seratus persen, kemudian saya secara pribadi meminta, seminggu sebelum pelaksanaan ini saya sudah harus berkemas-kemas mencari posisi yang aman,” kata Alisiu.
Sementara Camat Gu, Amir L. Hama yang juga berada di lokasi menuturkan, berdasarkan pengakuan masyarakat saat itu dikatakan lahan yang berada di seputaran Labungkari telah dihibahkan ke Pemerintah Daerah Buton Tengah, namun lanjut Amir, belum diketahui secara pasti siapa yang menghibahkan lahan tersebut.
“Saya juga belum bisa menyampaikan apa-apa, oleh sebab itu kita juga masih cari orangnya pemilik lahan, supaya kita bekerja dengan sebaik-baiknya, ini kan masih ngambang, kita belum tau siapa yang hibahkan pada waktu itu,” tutupnya.
[Anto Lombe]
















