oleh

Buntut Seputar Informasi 17 Juni “KPK” Kuasa Hukum Suratman Berhasil Dikonfirmasi

Faktual.Net, Sinjai, Sulsel – Sempat viral dan gencar ditanggapi berbagai pihak, Polemik Eks Dirut PDAM Kabupaten Sinjai.

Awal muncul melalui pernyataan Suratman yang di ungkapkan kepada Andi Darmawansyah disapa Anca Mayor.

Ancha Mayor lalu memposting di berbagai grup WhatsApp dan Facebook.

Hingga kini polemik tersebut diketahui masuk diruang Kantor komisi pemberantasan korupsi (KPK),

Meski demikian media ini untuk sementara, belum berhasil merangkum Informasi dari pihak KPK.

Sebelumnya diberitakan Suratman belum mendapatkan panggilan dari KPK .

Sementara itu, A.Salahuddin Hasdja SH Kuasa Hukum Suratman Berhasil dikonfirmasi Sabtu malam Pukul 22:14 waktu setempat (19/6/2021).

Salahudin Menegaskan terkait Polemik Suratman Eks Dirut PDAM Sinjai, Sangat Berharap ada kejelasan Proses lebih lanjut.

“Saya berharap ada kejelasan Proses lebih lanjut, jangan terkesan digantung”, ujarnya kepada wartawan

Lanjut kata dia, Terkait SK Suratman, Waktu itu ,Sekertaris daerah sekda memaparkan saat RDP digelar diruang Kantor Dewan perwakilan rakyat Daerah DPRD Kabupaten Sinjai, Sekda menyebutkan SK Pengangkatan kedua Suratman dinilai sah.

Sementara pihak Inspestorat menyebutkan menyalahi aturan (re.tidak sah), nah disini pentingnya pemimpin untuk terjun langsung terkait polemik tersebut .

“Intinya Bupati Sinjai seharusnya terjun langsung terkait dengan hal tersebut, “kenapa”? Adanya dua Perbedaan pendapat yang belum dapat disimpulkan dan terkesan belum ada kejelasan Proses lebih lanjut” tutur Salahuddin.

“Sekecil apapun hak Suratman dirinya siap untuk memperjuangkan” tegasnya Salahuddin

Menyikapi lebih Lanjut, yang sempat di tanyakan soal uang 20 juta rupiah dugaan kasus suap , yang diterima sekertaris peribadi (sekpri) Bupati Sinjai (re.Andi Seto Gadhista Asapa) uang tunai diserahkan Suratman”

Bertempat Salah satu apartemen dikota Jakarta untuk Bupati Sinjai, di duga kasus suap oleh pihak inspektorat melalui inspektur Inspektorat Andi Adeha Syamsuri,

Bahkan kabarnya Inspestorat telah melaporkan ke Komisi pemberantasan korupsi (KPK) atas intruksi Bupati.

Hal tersebut di tanggapi oleh pengacara Suratman. Salahuddin menyatakan kasus tersebut di katakan itu belum dipastikan masuk dugaan suap.

”Menurut saya, belum dapat dipastikan secara resmi, apakah masuk dugaan suap atau masih dalam bentuk/konteks loyalitas terhadap atasan, maksud saya loyalitas Suratman kepada atasannya Waktu itu.” Kata Salahuddin

Sebelumnya, (17/06/2021) terkait tindak lanjut dari pihak KPK pekan kemarin Suratman saat dihunbungi wartawan,

ia, (Suratman-Red) mengaku belum ada panggilan dari KPK, seraya berkata terkait dengan segala bentuk polemik yang dihadapi semuanya di serahkan kepada kuasa hukumnya.

“Belum diperiksa, belum ada panggilan KPK, silahkan hubungi kuasa hukum saya Dinda, semuanya sudah saya kuasakan ke beliau”. tutupnya.

Sekedar informasi, Sampai berita ini disiarkan berbagai sumber masih berusaha untuk di konfirmasi termasuk pihak Komisi pemberantasan korupsi (KPK).

Editor : Dzul

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :