Buku-Buku Komunis Akan Memberikan Dampak Buruk Bagi Generasi Muda Indonesia

124

Faktual.Net, Kendari, Sultra. Buku-buku yang berbau Komunis harus dibredel (baca : tidak boleh beredar ditengah masyarakat) sebab buku-buku tersebut bisa memberi pengaruh buruk kepada generasi muda kita, apalagi generasi muda yang tidak tahu lagi dengan sejarah pemberontakan yang pernah dilakukan oleh kaum-kaum komunis dimasa lalu.

Hal tersebut tegas disampaikan oleh KRT Fajar Lutvi Haris Wijaya selaku Komandan Distrik Militer (Dandim) 1417 Kendari saat dijumpai oleh faktual.net di Hotel Zahra Kendari.

Fajar Lutvi mengatakan bahwa TNI sangat tegas terhadap Komunis. Komunis ini telah 2 kali mencoba untuk merongrong kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Kalau kita melihat sejarah, tahun 1948 dan tahun 1965 bagaimana Partai Komunis Indonesia (PKI) telah memberontak, walaupun pemberontakan tersebut berhasil digagalkan oleh tentara saat itu”, kata pria yang berpangkat Letnan Kolonel tersebut.

Baca Juga :  SDN 4 Wakorumba Selatan Panen Prestasi Di Ajang Olahraga Tingkat Kecamatan

Orang nomor satu di Dandim 1417 Kendari tersebut mengatakan bahwa sebagai generasi muda kita tentunya jangan melupakan sejarah.

“Saya adalah penggemar Presiden RI yang pertama, Bung Karno, saya selalu menjadikan perkataan-perkataan beliau sebagai falsafah hidup. Salah satu perkataan beliau yang cukup terkenal adalah JASMERAH yang merupakan akronim dari jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Bangsa yang kita cintai ini, NKRI yang kita cintai ini pernah punya sejarah yang kelam dengan Komunis”, sebutnya.

Dirinya menambahkan jika buku-buku dengan pemahaman Komunis dibiarkan bebas menjadi bacaan generasi muda, maka ini akan sangat berbahaya. Sebab melalui media buku, maka ajaran Komunis akan menjadi Propaganda yang bisa memutarbalikkan fakta seolah Komunis itu adalah sesuatu yang tidak salah.

Baca Juga :  Mastri Susilo "Sultra Harus Merdeka Dari Mal Administrasi"

“Jika buku-buku dengan paham Komunis dibiarkan bebas di bumi Indonesia, maka ini akan menjadi bahan propaganda bagi kaum Komunis untuk merusak stigma berpikir generasi muda kita dan akan muncul pemutarbalikan fakta bahwa Komunis adalah pihak yang benar, dan posisi TNI sebagai penjaga kedaulatan NKRI tegas menolak ajaran Komunis berkembang di bumi Indonesia”, pungkasnya.

Reporter : La Ode Haeruddin

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :