BRI Cabang Soasio Diduga Bohongi Nasabah

4950

Faktual.Net,Tidore. Diduga melakukan pembohongan terhadap sejumlah nasabah yang sebelumnya melakukan pinjaman melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Soasio Kelurahan Gamtufkange, Kecamatan Tidore, Kota Tidore Kepulauan. Membuat sejumlah nasabah kecewa dengan sikap pelayanan salah satu karyawan BRI Cabang Soasio yang diketahui bernama Ona.

Pasalnya, niat nasabah untuk melakukan pelunasan terhadap pinjaman malah tidak diperbolehkan oleh Pihak Bank, dan kalaupun diperbolehkan maka pelunasan pinjaman itu terbilang sangat memberatkan bagi nasabah dan terkesan adanya indikasi pemerasan.

Seperti yang terjadi pada salah satu nasabah bernama Nursin Maneke warga Maba Halmahera Timur, dia mengaku pinjaman yang dilakukan pihaknya senilai Rp. 181 Juta dalam kurun waktu selama 15 tahun, dan setiap bulan dirinya telah membayar angsuran senilai Rp. 2,6 Juta, dan proses ini sudah berjalan selama 21 bulan, sehingga total anggaran yang disetor dari pinjaman tersebut sudah mencapai Rp. 50 Juta. Sehingga jika ia mau melunasi sisa pinjaman tersebut maka anggaran yang harus dibayar senilai Rp. 171 Juta itu sudah ditambahkan dengan biaya tambahan angsuran 3 bulan atau Pinalti.

Baca Juga :  Surunuddin dan Bahasmi Kembalikan Berkas Formulir Cabup dan Cawabup Konsel di Partai Demokrat

“Kami datang hari ini untuk melunasi sisa pinjaman kami, tapi mereka tidak mau, dan anehnya mereka minta kalau mau dilunasi maka bayarnya harus senilai Rp. 398 Juta, jadi mereka hitung mulai dari bulan pertama, ini yang kemudian memberatkan kami, padahal kami sudah setor selama 21 bulan, dan mereka beralasan bahwa itu sudah menjadi aturan, tapi kalau aturan kenapa tidak disosialisasikan ke kami, anehnya sisa pinjaman senilai Rp. 171 juta kenapa harus bayar sampai 398 juta,” ungkapnya saat ditemui sejumlah media Rabu, (18/9/19) di BRI Cabang Soasio Kelurahan Gamtufkange.

Ironisnya, Nursin mengaku pelayanan BRI Cabang Soasio ini sangat berbeda dengan pelayanan BRI Unit yang berada di Buly maupun di Sofifi, pasalnya di dua Bank tersebut sudah bisa dilakukan pelunasan tanpa harus memberatkan nasabah, sementara di BRI Cabang Soasio malah mempersulit pihak nasabah. Padahal posisi BRI Cabang berada diatas BRI Unit, karena BRI Cabang membawahi BRI Unit.

Baca Juga :  Arsalim dan Sekda Konsel Tinjau Persiapan Lokasi HPS di Pudambu

“Kalau saya punya tidak bisa dilakukan pelunasan maka aturan mana yang dipakai, padahal di BRI Unit yang kecil saja bisa, ini yang membuat saya kesal, karena saya ada rejeki dan mau melunasi tapi mereka tidak mau,” pungkasnya.

Senada juga disampaikan nasabah lainnya berinisal NS, dia mengaku uang sisa pinjamannya di BRI Cabang Soasio senilai Rp. 168 Juta, dan biaya pelunasan pinajamannya itu senilai Rp. 174 Juta, karena biaya tersebut telah ditambahkan pinalti atau angsuran tambahan sebanyak 3 bulan. Tapi yang disuruh bayar oleh pihak BRI sebesar Rp. 450 Juta.

Terpisah ketika diconfirmasi melalui salah satu karyawan BRI Cabang Soasio bernama Ona, namun dirinya enggan berkomentar, sehingga dia menyarankan kepada sejumlah awak media untuk menunggu atasanya kembali dari Palu.

“Baiknya nanti teman-teman wartawan menunggu atasan kami kembali dari Palu baru diconfirmasi langsung,” ungkapnya saat disambangi sejumlah media bersama ibu Nursin Maneke di ruang kerjanya.

Reporter : Aswan Samsudin

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :