
Faktual.net, Bima. Setelah 10 warga Bima dinyatakan positif terjangkit Covid-19 berdasarkan hasil swab, Senin 20 April kemarin. Kabupaten Bima langsung dinyatakan tanggap darurat bencana dari status siaga
Menyikapi virus skala internasional Itu, pemerintah Desa Wadukopa, Kecamatan Soromandi kembali bergerak cepat, perketat jalur masuk dengan aksi penyemprotan Invektan terhadap para pengendara, Rabu (22/4/20). Langkah tersebut sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Kepala Desa Wadukopa, Budiman S.pd mengatakan, bagi para pedagang asing yang memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit Corona, seperti Kecamatan Bolo dan daerah lainnya, terpaksa dipulangkan dan akan beroperasi kembali sampai batas waktu yang belum ditentukan.
“Kegiatan ini akan berlangsung sampai batas waktu yang belum ditentukan,” jelasnya.
Sementara itu, ia menghimbau agar warga setempat membiasakan hidup bersih, memakai masker, menghindari kerumunan masa. Termasuk kata dia, aktivitas olahraga seperti permainan bola dan Volly Ball dihentikan untuk sementara waktu.
Karena itu, Budiman berharap agar masyarakat setempat menyadari akan bahaya penuluran Virus Corona. Sebab kesadaran personal paling penting untuk melawan wabah asal Cina tersebut.
“Kesadaran masyarakat paling penting untuk melawan wabah ini. bagi warga yang melanggar sesuai instruksi akan menerima sanksi tegas,” tutup Budiman.
Aksi kemanusiaan yang dimulai pukul
08 :00 Wita ini, turut dihadiri Pemdes Wadukopa, babinkantibnas, Babinsa dan sejumlah warga setempat.
Reporter : Juliadin












