Example floating
Example floating
Seminar NasionalTokoh

Berkenalan dengan Sosok Dr. Risman Pasaribu, S.E., M.M.

×

Berkenalan dengan Sosok Dr. Risman Pasaribu, S.E., M.M.

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

FAKTUAL.NET – JAKARTA PUSAT –Memasuki kompleks Pascasarjana Universitas Indonesia sore itu disambut dengan hujan yang cukup deras meski tak lama hujan pun mereda. Siang itu Senin, (17/02/2020) bertempat di Gedung IASTH Lantai 3 Program Pascasarjana Universitas Indonesia  Jalan  Salemba Raya No.4, Kelurahan Kenari, Kecamatan  Senen,  Jakarta Pusat  tanpa tak disengaja kami bertemu dengan sosok yang murah senyum.

Siang itu pertemuan terjadi dalam acara Kuliah Umum dengan  topik :  “Strategi Percepatan Pembangunan Berkelanjutan Kalimantan Barat”. Hadir sebagai keynote speaker Gubernur Propinsi Kalimantan Barat H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., Mantan Kapolda Kalbar Irjen Pol Drs, Didi Haryanto, S.H., M.H., Pangdam Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad, dengan penanggap Dr. Simon Runturambi dan  moderator Abdul Muta’ali, Ph.D.

Pasang Iklanmu
Example 468x60
Pasang Iklanmu
Dr. Risman Pasaribu, S.E., M.M. sedang memberikan pendapat dalam Kuliah Umum “Strategi Percepatan Pembangunan Berkelanjutan Kalimantan Barat”

Setelah mengulurkan tangan salam perkenalan maka kami mengatahui ia adalah seorang dosen yang bergelar  lengkap Dr. Risman Pasaribu, S.E., M.M.. Dari logatnya pun kita mengetahui ia  seorang batak bergelar doktor lingkungan di Universitas Indonesia,

Ternyata seorang Risman Pasaribu seorang yang cukup aktif, ternyata ia tahun lalu juga mengadu peruntungan untuk menjadi anggota legislatif di DPR RI.  Ia menggunakan kendaraan  Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk  Wilayah Sumut II. Meski ia belum berhasil ia tidak putus asa, dan kesehariannya pun disibukkan kembali  berhadapan dengan para mahasiswanya.

Dr. Risman Pasaribu, S.E., M.M. dengan Zulkifli Hasan Ketua Umum PAN

Risman Pasaribu termasuk dosen yang mendedikasikan hidupnya sebagai tenaga dosen yang mengajar di mana-mana,  di antaranya Universitas Nasional yang berada di kawasan  Pasar Minggu, Jakarta Selatan,  mengampu mata kuliah Ekonomi dan juga mata kuliah lingkungan.

Risman Pasaribu  tertarik akan program-program untuk pengembangan di wilayah Sumatera Utara. Ia berpikir  bagaimana memperbaiki lingkungan yang ada karena  hutan  sangat perlu diperhatikan khususnya dengan kondisi  perhutanan  di Sumatera Utara.

Dr. Risman Pasaribu, S.E., M.M. dengan JK dalam suatu acara

Baginya hutan begitu urgennya dan perlu disikapi dengan baik. Menurutnya, “Bagaimana membuat program di sana, menata lingkungan hutan yang ada di Sumatera Utara,” ungkapnya.

Ia menyatakan bahwa tentu ia akan bekerjasama dengan pemerintah kota/kabupaten dan juga propinsi bersama-sama  dengan pemerintah  kabupaten kota dan propinsi  memberikan  pengamanan terhadap  hutan di Sumatera Utara, tentu jika tidak kita perhatikan dan sikapi dengan baik maka kemungkinan akan banyak korban akibat  banjir serta  kerugian-kerugian baik secara moral dan material pasti tak terhindarkan.

Dr. Risman Pasaribu, S.E., M.M. dengan Ketua ILUNI UI Dr. Audrey H. Tangkudung (di sebelah kirinya)

Di samping program-program  mengenai perhutanan  di Sumatera Utara, ia juga  ingin melihat ke depan lingkungan menjadi perhatian utama.  Banyak  aspek ekonomi yang dapat kita manfaatkan  dari lingkungan. Oleh sebab itu jangan sampai lingkungan menjadi rusak, jika   rusak maka  perlu mendapatkan perbaikan kembali.

Pandangan Risman Pasaribu dengan rencana pemindahan ibukota di Kalimantan, “Saya setuju saja,   kita harus optimis melakukan perubahan yang penting jangan sampai merugikan ekonomi rakyat. Dengan perpindahan ibukota itu merupakan wujud  agar ekonomi masyarakat lebih baik,” tandasnya

Perpindahan ibukota ini menurutnya  memang sudah lama direncanakan sejak zaman Presiden Sukarno, hanya di masa Presiden Joko Widodo inilah rencana tersebut direalisasikan. Titik pusat ibukota baru merupakan titik khatuliswa negara kita, maka tentu pemilihan menjadi sangat penting karena di sentral negara kita tambahnya lagi.

Lebih lanjut Risman Pasaribu menegaskan, “Infrastruktur dan SDM harus dipersiapkan untuk pemindahan ibukota negara tersebut, tentunya  termasuk juga pembiayaannya. Kita harus berubah, perubahan itu demi kebaikan kita  untuk kemajuan di masa depan bangsa dan negara,” imbuhnya.

Percepatan strategis pembangunan Kalimantan Barat yang berkelanjutan ini  sangat kita harapkan, tentu di dalamnya perlu mendapat perhatian serius   bagaimana kerjasama antara pemerintah kabupaten, pemerintah propinsi dan pemerintah  pusat. Harus dibuat program-program studi yang strategis, yang utama,  baik yang berhubungan dengan pemerintah pusat maupun daerah katanya lebih lanjut.

Dengan sinergi pusat dan daerah, propinsi dan kabupaten  perlu  dilakukan program-program strategis yang berkelanjutan dengan pembangunan di sana. Dengan keberadaan kuliah umum  ini kita mengharapkan mendapatkan solusi untuk pembangunan berkelanjutan  di Kalimantan Barat. Hasil Kuliah Umum ini harus kita sampaikan kepada pemerintah agar terjadi sinergitas pemerintah  pusat dan daerah. Jika pemerintah pusat sudah memiliki program yang utama dan demikian juga yang di daerah maka tinggal disinergikan. Kiranya dengan program otonomi daerah ini daerah dapat maju katanya lagi dengan senyum penuh pengharapan.

Risman Pasaribu dipilih  sebagai pengurus ILUNI yakni  Ketua Bidang Otonomi daerah  dan Pemerintahan memanglah  tepat karena ia pernah berpengalaman di Departemen  Dalam Negeri kala itu  menjabat sebagai Kepala Sub Direktorat Fasilitasi Pendidikan Politik dan juga menjabat Kepala  Sub Direktorat Kapasitas di Direktorat Penanganan Konflik Kesbangpol Kemendagri.    Di samping itu juga ia  berpengalaman sebagai Plt Direktur Direktorat Penanganan Konflik Kesbangpol Kemendagri. Pengalaman-pengalaman  itulah  membuat ia dipercaya sebagai pengurus ILUNI.

Risman Pasaribu memiliki putra 3 hasil pernikahannya dengan Masnur Tanjung PNS di RS Persahabatan, Jakarta.  Anak pertamanya Akmalansyah Putra Pratama alumni YAI Psikologi, yang membuka lembaga pelayanan Psikologi. Anak kedua  Shintia Marani Notaris jebolan  Universitas Pajajaran  dan juga akan membuka praktik sendiri.Sementara anak ketiga bernama Muhammad Irvan seorang  Ketua Senat  di kampusnya  Universitas Brawijaya program jurusan FISIP dan berencana setelah lulus  akan melanjutkan Program Pascasarjana di Universitas Indonesia, Jakarta.

Buah tidak jauh dari pohonnya. Demikian pula anak-anak dari Risman Pasaribu. Ketekunan dan keteladanan Riman sebagai seorang ayah yang ditampilkan mendapat respons anak-anak menyelesaikan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. Risman Pasaribu telah menuntaskan tugas tanggung jawab menghantarkan anak-anak agar berguna bagi kehidupan ini dan berguna bagi masyarakat, agama, bangsa dan negara. Kiranya ini menjadi teladan bagi kita semua. Semoga! (Johan Sopaheluwakan) 

 

 

 

 

Tanggapi Berita Ini
https://faktual.net/wp-admin/post.php?post=199474&action=edit