oleh

Benarkah Madu Murni Tidak Membeku Dalam Kulkas?

-Edukasi, Ekobis, Opini-1.889 views

Ditulis Oleh Aco Rahman Ismail, ST (Abu Ken)

Faktual.Net, Kendari, Sultra. Banyak mitos yang beredar dimasyarakat menyebutkan bahwa apabila madu disimpan dalam kulkas kemudian mengkristal, maka madu tersebut adalah madu palsu atau oplosan. Masyarakat awam menganggap bahwa mengkristalnya madu disebabkan karena madu telah dicampur dengan gula, ini adalah pendapat yang salah dan keliru.

Perlu dipahami bersama bahwa madu adalah benda cair, dengan kadar kekentalan 22 – 26 % untuk madu hutan dari jenis lebah Apis Dorsata dan 17 – 22 % dari lebah ternak jenis Apis Melifera.

Yang namanya benda cair, apapun itu : air, sirup, madu, karamel jika disimpan dalam kulkas apalagi freezer pasti akan membeku. Sudah sunnatullah hal tersebut, hukum alam yakni benda cair didinginkan/disimpan pada suhu tertentu maka akan membeku/mengkristal.

Secara ilmiah, penulis coba mengurai secara ringkas bahwa selain karena benda cair, penyebab madu mengkristal karena kandungan gula utama di dalam madu adalah fruktosa dan glukosa.

Penyebab kristalisasi pada madu adalah karena glukosa memiliki tingkat kelarutan yang lebih rendah dibandingkan fruktosa. Ketika glukosa mengkristal ia akan terpisah dari air dan membentuk kristal yang halus teksturnya. Kristal halus tersebutlah yang terlihat secara kasat mata, kemudian sebagian masyarakat berkesimpulan bahwa madu tersebut palsu karena ada larutan gula yang memisahkan diri dari madu.

Kecepatan pembentukan kristal pada madu tergantung pada perbandingan fruktosa dan glukosa pada madu. Madu dengan kadar glukosa yang lebih tinggi daripada fruktosanya akan mengkristal lebih cepat.

Madu Hitam Konawe Kepulauan, Rasa Dominan Pahit, Lebah Jenis Apis Dorsata

Madu asli pun juga bisa membeku/mengkristal jika kadar airnya tinggi. Hal ini tergantung dari jenis lebah, pakan, kondisi lingkungan dan iklim saat panen. Madu yang masih muda dan dipanen saat musim penghujan tentu mempunyai kadar air yang lebih banyak. Contoh madu hutan (Apis Dorsata) yang dipanen saat musim penghujan diwilayah Sulawesi Tenggara, rata – rata tingkat kekentalannya rendah dengan kadar air berkisar 26 -30 %.

Seorang pegiat madu yang tergabung di Ispirator Lebah Madu Indonesia Sulawesi Tenggara (ILMI Sultra), Arman Gelo, A.Md selaku Bendahara ILMI Sultra pernah melakukan penelitian terhadap madu hutan yang dipanen pada Januari 2020 di hutan kecamatan Konda, kabupaten Konawe Selatan. Madu tersebut kemudian disimpan dalam kulkas/freezer dalam kurun waktu tertentu dan hasilnya madu tersebut membeku/mengkristal. Tekstur dan warna berubah khususnya pada madu yang dipanen saat musim penghujan.

Madu Hutan Konda, Konawe Selatan yang dipanen saat memasuki musim penghujan 2020/sumber foto : dokumentasi penelitian Arman Gelo, A.Md

Penelitian ini kemudian mematahkan mitos yang selama ini tersebar bahwa madu murni hasil panen sendiri yang baru ditiris dari sarang tidak akan membeku/mengkristal.

Sebagai konsumen/masyarakat jangan langsung mengklaim bahwa madu yang kita temukan dipasaran yang tidak sesuai ekspektasi kita, atau hanya berdasarkan mitos-mitos yang tidak ilmiah kemudian kita katakan palsu.

Harus Tabayyun dulu, cari tau apa penyebabnya. Jangan sampai karena ketidaktauan kita, mengatakan madu tertentu palsu maka akan ada pihak-pihak yang dirugikan.

Dapatkan produk – produk madu murni dari Madu Murni Abu Ken by UD Ken Food. Kami menyediakan Madu Murni dari hutan Sulawesi Tenggara, lebah jenis Apis Dorsata, lebah jenis Trigona Biroi.  Hubungi kami via WA 082292600735

#MaduMurniAbuKen, #UDKenFood, #DariSultraUntukIndonesia

Penulis Adalah Wakil Ketua ILMI Sulawesi Tenggara

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :