FAKTUAL.NET – JAKARTA PUSAT – Balaikota Propinsi DKI Jakarta Blok G menjadi saksi bagi Perempuan Amanah Muslimah (PMA) dalam melaksanakan giat yang terdiri atas bazar UMKM, Workhsop dan Lomba Fashion Muslimah.
Beberapa waktu yang lalu berlangsung sejak tanggal Senin – Rabu, (16 – 18 Desember 2019), sinergi telah dilakukan oleh Perempuan Muslimah Amanah (PMA) dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan fokus pada 5 hal yaitu : meningkatkan ekonomi, meningkatkan kesehatan, meningkatkan bidang kebudayaan, meningkatkan sosial dan meningkatkan SDM.

Setelah dilantik PMA melaksanakan program-program yang berfokus pada pengajian-pengajian di daerah-daerah 5 kota dan kabupaten DKI Jakarta.
Dari kegiatan tersebut berkembang pada ekonomi apalagi pemerintah sedang konsen meningkatkan ekonomi. PMA menyediakan wadah untuk perempuan berkarya seperti Bazar kedua yang dilaksanakan ini sementara yang pertama telah dilaksanakan tahun 2017.
Dengan mengusung tema “Menangkap Peluang Ekonomi Kreatif dan UMKM bagi Kaum Perempuan”, PMA menghead UMKM, juga menghadirkan remaja-remaja generasi milenial, menangkap peluang usaha bukan saja dengan cara berdagang tetapi dengan berkarya seperti lomba fashion kali ini menjadi motivasi dan mencari peluang bagi generasi milenial untuk berkarya dan berusaha.
Antusias para milenial sangat tinggi yang mengikuti lomba fashion. Peserta berasal dari Jakarta, Bekasi Depok Tangerang menyebar dan informasi itu tersampaikan. Selain lomba fashion tanggal telah dilaksanakan pula Workshop pada tanggal 17 Desember 2019 yaitu dengan Pelatihan Bagaimana Menyusun Proposal dan Publik Speaking dengan nara sumber Priyono Joko Alam, S.E. yang juga seorang Konsultan Pajak dan UMKM Naik kelas yang dibawakan oleh nara sumber Coach Faransyah Jaya otak di balik Program OK OC yang kini diadaptasi Pemprov DKI Jakarta menjadi PKT (Program Kewirausahaan Terpadu).
“Melalui kegiatan–kegiatan ini diharapkan PMA menjadi wadah perempuan yang kreatif untuk menampung aspirasi baik kaum ibu maupun generasi,” ungkap Maemunah yang bergelar Doktoranda dan Master of Science serta juga seorang Hajah.
“Kami berharap supaya generasi muda lebih giat dalam berkarya, jangan takut, peluang ke depan sangat terbuka dan UMKM terus harus mampu meningkatkan kualitas sampai berhasil naik kelas.” ungkap Maemunah.
Ketua PMA Propinsi DKI Jakarta itu lebih lanjut mengakatakan bahwa terdapat 60 booth yang digelar dalam bazar UMKM kali ini yang berasal dari 5 wilayah DKI dan Pulau Seribu binaan PMA.
Dan di hari penutupan digelar lomba fashion para milenial ditampilkan dengan juri terdiri atas Zahra, Duta Entrepreneur 2018, tim Wardah, dan dari PMA Ibu Nenden Tengku Wati.
Tampil sebagai juara dari lomba fashion adalah : Juara I Kamila Wijaya, Juara II Riyanti Lestari, Juara III Aulia Noor R.S., Juara Harapan I Riri Iranti, Juara Harapan II Nadia Nurul Izzarni dan Juara Harapan III Nurmahesa Zahra H.
Di sela-sela lomba Nadia Nurul Izzarni yang berhasil menyabet gelar Juara Harapan II mengatakan, “Saya berasal dari kota Tangerang saya dari SMA Negeri11 Kabupaten Tangerang saya tahu lomba fashion ini dari founder Miss Muslimahan dan saya berarap dengan mengikuti mengikuti lomba fashion ini agar dapat membuat track record yang baik, dapat mencari relasi dan terus-menerus memperbaiki pengalaman,” ungkapnya
“Tetap semangat mencari pengalaman di mana saja, jika di sini tidak menang di tempat lain mungkin ada rejekinya,” demikian ungkap Nadia memberi support kepada seluruh peserta.
Nuraida seorang ibu yang mendampingi putrinya Febrian Sadilah mengikuti lomba fashion, “Biar ada kegiatan di samping sekolah juga kegiatan di luar sekolah. Yang penting dapat membagi waktu antara sekolah dan kegiatan,” ungkapnya
Sementara itu sang putri, Febrian Sadilah, 19 tahun, peserta dari DKI Jakarta, mahasiswi Universitas Muhamad Husni Thamrin Jurusan D III Keperawatan itu mengatakan bahwa ia mengikuti acara ini ia ingin mengeksplorasi diri dalam bidang fashion muslimah dan untuk memperkenalkan bahwa seorang muslimah tidak harus diam di rumah saja tetapi bisa bereksplorasi diri menggunakan hijab.
Febrian Sadilah yang beberapa waktu lalu mengikuti ajang Putri Model Muslimah Indonesia yang dinobatkan sebagai Putri Persahabatan Model Muslimah 2019 itu berpesan kepada rekan-rekan generasi milenial, “Harus tetap terus berkarya di bidang apapun, kita harus tetap berkreasi sebagaimana yang ada pada diri kita, jangan ada paksaan tanpa harus melihat gaya orang percaya dengan diri sendiri,” ungkapnya
Yang menarik pula host atau pembawa acara dua gadis cantik dan manis yang panggung lomba fashion tersebut merupakan ajang perdana mereka sebagai host / pembawa acara mereka adalah Restu Maulida Hasanah dan Syarah Larasati.
Restu Maulida Hasanah. usia 19 tahun, kuliah di Universitas Tarumanegara. Awalnya tidak PD semakin lama semakin ia harus berkembang harus berproses tidak boleh tidak, Makanya ia mencoba mengikuti ajang kompetisi modeling karena bukan sekedar berlenggak-lenggok di atas panggung tetapi mengasah keprcayaan dirinya/
Ketika berada di panggung selain modeling juga ada public speaking. Kita bisa berlatih berada di depan banyak orang. Dari situlah PDnya mulai tumbuh dan semakin mencintai modeling. Banyak pelajaran baru bukan sekedar sebagai model tetapi juga belajar sebagai seorang MC dan banyak hal lain yang dapat dilakukan di bidang modeling.
Pesan Restu terhadap generasi milenial pertama jangan pernah takut dari zona aman karena siapa tahu di luar sana ada bakat terpendam dari diri kita dan terus berproses belajar dari lingkungan sekitar, dari teman-teman dan dari orang-orang yang menginspirasi kita untuk itu terus berjuang gapai impian dan jangan berhenti untuk terus berusaha.
Sementara itu pasangan host/pembawa acara Restu yaitu Syarah Larasati, usia 23 tahun, memang hobi dengan dunia modeling ia pernah menjuarai Ajang Fashion 2019 dan tampil sebagai Top Thirty Women Inspiring 2019. Ajang ini wadah para muslimah membuktikan hijab bukan hambatan utnuk kita berkarir dalam dunia modeling terbukti melewati PMA ini kita bisa berkarir. seseorang muslimah juga bisa berkarya membuka usaha di bidang fashion atau lainnya.
Pesan Syarah Larasati terus berkembang dan jangan menutup diri akan keterbukaan globalisasi kita harus menggaris bawahi kita juga seorang Islam yang harus memegang teguh terhadap Al Quran dan Hadis ungkapnya mengakhiri pembicaaan.
Kini giat telah usai Perempuan Muslimah Amanah tentu terus bergiat menunjukkan perempuan muslimah Indonesia yang semakin jaya dan maju yang turut mendukung pembangunan kota Jakarta tercinta. (Johan Sopaheluwakan)
















