oleh

Balada Ikan Bakar Ala Joss Hasrul

Faktual.Net, Kendari, Sultra. Saya makan ikan bakar sekenanya saja. Ambil dagingnya, lalu kulit dan tulang saya parkir di pinggir piring. “Sayang sekali banyak yang terbuang,” protes pak Kadir. Rupanya sedari tadi Ia mengamati Saya makan. Diambilnya panombo berisi nasi, isinya dipindah ke piring. Piring lainnya yang berisi ikan ditarik mendekat. Giliran saya mengamati cara makan pria uzur itu.

Jari-jari kekarnya beraksi mencapit kulit beserta daging titang di piringnya , lalu merendamnya dalam sambal mentah merah dan mencampurnya dengan nasi hangat. “Supaya nikmat, makan ikan itu harus sama kulitnya,” katanya. Dalam sekejap nasi ikan dan sambal itu sudah menyatu ke dalam mulutnya. Rupanya, inilah rahasia cara makan ikan ala orang pesisir.

Pak Kadir adalah sesepuh nelayan yang lebih setengah abad berdiam di Tapulaga, desa pesisir di Soropia, Konawe. Darinya Saya banyak tahu kehidupan pesisir terutama cara mengolah ikan menjadi super enak.

Bagi Pak Kadir ikan terenak itu jenis Titang karena dagingnya lembut dan empuk. Titang bahasa lokal. Bahasa ilmiahnya Spotted Scat masuk dalam genus Scatophagus Argusn yang berkembang diperairan dangkal. Saking hobi nama ikan Titang, di Tapulaga, Pak Kadir membuat sero di laut tepat di belakang rumahnya.

Salah Satu Kuliner Lokal Sulawesi Tenggara, Nasi Ikan Bakar Plus Sambal

Sero adalah perangkap yang biasanya terdiri dari susunan pagar-pagar yang akan menuntun ikan-ikan menuju perangkap. Saat air pasang biasanya ikan-ikan akan mencari makan ke perairan dangkal dan akan terperangkap dalam sero. Itu cerita bertahun-tahun silam, sampai sekarang Saya tidak pernah lagi berjumpa dengannya. Entah bagaimana kabar beliau. Semoga masih sehat wal afiat.

Saya selalu terpesona dengan variasi makanan jajanan lokal, baik di kota maupun di pedesaan. Yang sejauh ini terlihat dibanyak tempat di Sultra. Tetapi Saya selalu kesulitan meyakinkan orang tempat makan ikan bakar yang enak. Tapi kali ini tidak. Menurutku kalau ada orang yang mengatakan tempat ini tidak enak, berarti ikan bakar yang mereka makan tidak benar.

Cerita makan ikan terulang saat mengajak istri ke pasar lelang, kami membeli beberapa jenis ikan berbeda. Salah satunya ikan Titang. Dari pasar kami tak langsung pulang, tapi mampir ke salah satu warung makan di sana. Kami memilih warung yang posisinya di sudut dalam gang kecil. Warung ini tak begitu ramai pengunjung, mungkin karena hari masih terlalu pagi. Saya kemudian menyerahkan ikan Titang Kami ke pemilik warung. “Lah kenapa begitu?,” protes bini. “Iya karena warung di sini tidak menyediakan ikan melainkan jasa pembakaran saja,” jawabku.

Ikan Titang Bakar dan Ikan Ruma – Ruma Bakar

Nah disinilah keunikannya. Trik bisnis ini dilakoni empat warung makan lainnya yang hanya melayani jasa pembakaran ikan serta menyediakan nasi dan sayur jadi. Soal harga, pasti jauh dari harga di warung-warung mainstream di kota ini, Kami cukup bayar 10 ribu rupiah saja per orang, ini sudah termasuk harga nasi, sayur, air mineral dan ongkos bakar ikan pastinya. Jadi jika ditotal kami hanya mengeluarkan duit sebesar 20 ribu rupiah untuk makan hari itu. Jasa bakar ikan di sini tidak mengenal jumlah maupun ukuran, ikan besar atau ikan kecil, semua dihargai sama rata. Jadi kalo Anda mampu makan 10 ekor ikan itu tetap harga 10 ribu rupiah saja. Murahkan?

Dan satu lagi yang saya suka dari makan di warung tradisional karena menggunakan arang dari batok kelapa, bonusnya kita bisa melihat langsung cara pemilik warung membakar ikan yang menurutku persis sama cara pak Kadir membakar ikan. Bara tempurung kelapa mempercepat pembakaran. Tak sampai 15 menit, empat ekor ikan Titang sudah matang sempurna. Kami berdua langsung menyerbu meja makan.

Seperti kisahku bersama pak Kadir, hari itu Saya meneruskan ilmu makan ikan ala pak Kadir ke sang istri. capit kulit bersama daging ikan, rendam dalam sambal tomat mentah, lalu campur dengan nasi hangat lalu rasakan sensasinya, mulut serasa meledak manjah. Masalahnya adalah jika saya terus makan seperti ini saya akan pergi dari sini dalam ukuran dua orang. Delicious Bray.

Sumber Cerita/Foto : Facebook Joss Hasrul (Atas Persetujuan Joss Hasrul)

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :