Faktual.Net, Butur, Sultra – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Golongan Karya (GOLKAR) Buton Utara (Butur) menurunkan atribut Partainya yang dipajang sepanjang jalan masuk kota Ereke, Kecamatan Kulisusu pada, Sabtu (25/7/2020).
Pasalnya, atribut partai bendera yang tersebut untuk memeriahkan penjemputan Ridwan Zakariah- AHALI (RZ-AHALI), dipasang tanpa sepengetahuan pengurus Partai yang ada di Butur.
Keterangan itu sesuai pernyataan ketua pelaksana harian DPD II Golkar Butur, Al Adrin, bahwa pemasangan bendera itu terkesan melecehkan institusi lembaga.
“Pemasangan atribut partai tampa ada intruksi DPP ini tak ada niat membesarkan partai, hanya mempermalukan partai dan terkesan terlecehkan,” jelasnya.
Sekretaris DPD II Golkar Butur itu juga mengatakan bahwa dengan keadaan saat ini kadernya tidak bisa tertahan dengan aksi yang akan dilakukan sebagai bentuk penertiban atribut partai berlambang pohon beringin itu.
“Saya tidak bisa menahan apa yang menjadi tindakan teman-teman. Saya hanya bisa meminimalisir untuk gerakan tersebut, dan juga saya berharap kepada pihak kepolisian untuk mengawal aksi kami dilapangan,” terangnya.
Sebelumnya, La Udu sebagai ketua Bapilu pemenangan DPD II Golkar Butur menegaskan bahwa gerakan yang akan ditempu adalah bukan bagian dari kepentingan pribadi dalam memeriahkan pesta demokrasi yang akan digelar pada Desember mendatang.
“Ini bukan bicara soal kepentingan pribadi Akan tetapi, ini bicara soal kelembagaan. Bagi kami, atribut itu adalah milik partai dan menertibakan hal itu bagian tugas dan tanggung jawab kader partai. Intinya Golkar yang ada di Butur hari ini satu tidak dualisme” tegasnya.
Untuk diketahui, dari pantauan pers media ini, penurunan bendera mulai dari depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabantengka sampai depan Kantor cabang BRI Ereke.
Reporter : Zahirudin















