Faktual.Net, Kendari, Sultra. Idealnya Sulawesi Tenggara (Sultra) harus dibangun berdasarkan ide dan pikiran masyarakatnya, bukan berdasarkan ide gubernur dan wakil gubernur saja. Sebab gubernur dan wakil gubernur hanya manusia biasa yang kemampuannya terbatas.
Hal tersebut disampaikan oleh H. Ali Mazi, SH gubernur Sultra saat acara coffee morning yang berlangsung di Aula Lakidende Rumah Jabatan Pemerintah Provinsi (Rujab Pemprov) Sultra pada Senin, 14/1/2019.
Acara yang dijadwalkan mulai pukul 07.30 Wita berdasarkan undangan yang disebar panitia sempat molor dan baru dimulai pukul 09.00 Wita.
Mengawali kegiatan, Ali Mazi mengatakan bahwa kegiatan ini akan dilaksanakan setiap bulannya, tujuannya ada meminta masukan dari para pihak khususnya masyarakat Sultra terkait konsep membangun Sultra dengan catatan tidak keluar dari Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sultra.
Katanya ini perlu sebab dirinya (baca : Ali Mazi) dan Lukman Abunawas hanya manusia biasa yang idenya juga terbatas dan butuh masukan dari masyarakat.
Ali Mazi mengatakan bahwa di 2019 ini ada 3 program utama yang menjadi target Pemprov Sultra. Pertama, pembangunan Rumah Sakit Jantung bertaraf internasional. Kedua, pembangunan perpustakaan bertaraf internasional dan yang Ketiga adalah membangun pariwisata Sultra.
Ali Mazi mengatakan bahwa acara ini adalah dialog yang sifatnya terbuka, tanpa membatasi waktu, semua ide dan gagasan akan dicatat oleh Sekda sebagai masukan buat pemerintah dan akan ditindaklanjuti.
Untuk diketahui bahwa kegiatan ini dihadiri oleh tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan pers serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sultra, namun sayangnya kegiatan ini tidak dihadiri oleh Lukman Abunawas selaku Wakil Gubernur Sultra.
Reporter : Aco Rahman Ismail















