Ali Ibrahim : Makin Diserang, AMAN Makin Disayang 

18

Faktual.Net,Tidore. Wacana perlawanan dan serangan bertubi-tubi dari sejumlah lawan politik kini terus diarahkan ke Pasangan Petahana Calon Walikota dan Wakil Walikota Tidore Kepulauan, Ali Ibrahim dan Muhammad Senin dengan Jargon Aman Jilid II. Perang politik ini sudah mulai memanas, akibat dari dukungan yang luar biasa yang datang dari sejumlah lapisan masyarakat.

Sejumlah partai politik yang menamakan diri Kaukus Penyelamat Demokrasi terus mendendangkan perlawanan, tetapi dukungan masyarakat ke pasangan petahana malah makin kuat. Muhammad Naoval Adam, Wakil Ketua DPD PDIP Provinsi Maluku Utara bidang Komunikasi Politik, mengatakan strategi perlawanan terbuka dari pihak lawan ini kita apresiasi sebagai bagian dari demokrasi, tetapi sayang dukungan masyarakat ke kami kok malah mengalir makin kuat.

“Itu artinya, masyarakat Kota Tidore Kepulauan kini sudah sangat memahami politik, karena apa yang dilakukan sejumlah partai politik tak lebih dari upaya dan strategi mengganjal Aman Jilid II jelang pilkada serentak 2020,” tegas Opal, sapaan akrabnya.

Dukungan masyarakat Kota Tidore Kepulaun dapat terlihat dari membludaknya masyarakat dalam acara deklarasi dan silaturrahmi di sejumlah desa dan kelurahan. Masyarakat makin antusias menghadiri acara silaturrahmi dan menyatakan dukungan secara terbuka kepada petahana untuk melanjutkan kepemimpinan 5 tahun lagi. Silaturrahmi masyarakat sudah digelar di Kecamatan Oba Selatan, Kecamatan Oba Tengah, Kecamatan Oba, Kecamatan Tidore, Kecamatan Tidore Selatan, Kecamatan Tidore Timur, Kecamatan Oba Utara dan rencana pada tanggal 25 Oktober nanti akan dilaksanakan di Kecamatan Tidore Utara yang dipusatkan di Kelurahan Ome.

“Manusia Dofu Lau, keadaan re takabur uwa tapi aman akan manang moju (Masyarakat sangat banyak, Tidak Takabur, tapi AMAN masih memang) ” ujar sejumlah warga masyarakat yang antusias menghadiri silaturrahmi di Kecamatan Oba Utara beberapa hari lalu.

Berbagai kebijakan pembangunan telah dilakukan Ali Ibrahim dan Muhammad Senin, seperti mendatangkan kapal tol laut di pelabuhan Tidore, menghidupkan ekonomi tugulufa, pemerataan pembangunan antara Tidore dan Oba, percepatan pembangunan desa dan kelurahan melalui dana desa dan dana kelurahan, relokasi pedagang pasar sarimalaha, dan sejumlah kebijakan pro publik lainnya.

Di tempat terpisah, Capt. Ali Ibrahim sebagai Walikota dan sekaligus calon petahana mengatakan, meskipun saya dan Muhammad Sinen diserang dari segala penjuru, kami tak akan membalasnya. Kami akan tetap bekerja, bekerja dan bekerja. Kami terus berkomitmen berbuat yang terbaik untuk masyarakat. Karena yang menilai berhasil atau tidaknya kepemimpinan ini hanyalah masyarakat sendiri. “Semakin kami diserang, semakin kami disayang. Jadi, biarlah masyarakat yang menilai kinerja kami,” tegas Sang Capten sembari melepas senyum.

Reporter: Aswan Samsudin

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :