faktual.net, Kendari, Sultra. Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Nasional XXVIII yang berlangsung di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara tanggal 9 – 19 Oktober 2025 merupakan berkah bagi masyarakat Sultra khususnya para pelaku usaha.
Selama pelaksanaan STQH Nasional XXVIII, diawali dari pra penyelenggaraan tampak geliat ekonomi Sultra terkhusus Kota Kendari mulai bangkit. Geliat ditengah krisis keuangan yang melanda masyarakat ditandai dengan minimnya perputaran uang dan daya beli masyarakat yang menurun. Kegiatan Nasional yang menghadirkan 38 Provinsi sebagai peserta tentu akan mendatangkan arus perputaran uang di Kota Kendari yang tentu tidak sedikit.
Ribuan orang akan hadir di Kota dengan julukan Kota Lulo. Sektor-sektor ekonomi mulai bergeliat. Mulai dari sektor jasa perhotelan, sektor jasa transportasi, sektor pariwisata, sektor kuliner yang tentu didalamnya ada UMKM. Diperkirakan Milyaran rupiah dana akan berputar di Kota Kendari. Dana besar tersebut adalah transaksi ekonomi yang akan terjadi selama lebih kurang 10 hari pelaksanaan STQH Nasional XXVIII. Para kafilah dari masing – masing provinsi, official, para pendukung, keluarga kafilah yang turut hadir membawa berkah tersendiri bagi masyarakat Kota Kendari.
Bagi para pelaku usaha Kota Kendari, STQH Nasional XXVIII adalah berkah tersendiri dari Allah Subhanahu Wata’ala ditengah perekonomian dan daya beli masyarakat yang sedang lesu. Betapa tidak tidak, sektor perdagangan khususnya pedagang kecil dan menengah selama beberapa bulan terakhir yang terdampak akibat perputaran uang yang begitu lambat akan kembali terstimulus. Bagi pemerintah daerah, momentum STQH Nasional XXVIII bukan sekedar ajang lomba untuk merebut juara, tetapi dalam konteks yang lebih luas, ini adalah ajang untuk mempromosikan pariwisata dan budaya Sulawesi Tenggara. Tempat-tempat wisata yang menjadi unggulan ditata dengan indah dengan harapan akan terkunjungi oleh tamu-tamu STQH Nasional XXVIII dan ketika pulang kedaerahnya akan meninggalkan kesan mendalam.
Bagi para pelaku UMKM, STQH Nasional XVIII di Kota Kendari adalah ajang untuk mempromosikan produk lokal Home Made Sulawesi Tenggara. Berbagai produk yang dihasilkan oleh enterpreneur Sultra terkhusus enterpreneur Kota Kendari bisa jadi akan menjadi oleh-oleh bagi para tamu STQH Nasional XVIII. Toko oleh-oleh tentu akan ramai. Produk-produk lokal akan dipamerkan dalam pameran UMKM yang menjadi bagian dari seremonial STQH Nasional XXVIII.
Banyak produk UMKM yang akan terpromosikan. Mulai dari berbagai macam cemilan, produk olahan pangan, berbagai macam kuliner lokal, produk kerajinan tangan, salah satunya adalah Madu Murni Abu Ken yang merupakan Produk Alam Indonesia berupa madu yang telah dikemas lebih modern oleh UD. Ken Food. Madu Murni Abu Ken bisa menjadi pilihan oleh-oleh bagi para tamu yang berkunjung ke Sulawesi Tenggara.
Akhirnya penulis mengucapkan Ahlan Wa Sahlan Wa Marhaban bagi seluruh Kafilah yang berasal dari 37 Provinsi di Indonesia. Digenapkan oleh tuan rumah Sultra menjadi 38 kafilah. Selamat datang di Kota Lulo, Kota Kendari. Selamat datang di Bumi Anoa Provinsi Sulawesi Tenggara. Selamat mengikuti semua kegiatan di tanah Sultra. STQH Nasional XXVIII adalah ajang syiar Islam dan terjalinnya tali ukhuwah bagi seluruh Kafilah Se Indonesia. Ini bukan tentang siapa yang akan menjadi juara tapi tentang persaudaraan sesama anak bangsa yang akan selalu dijaga dalam setiap momentum event nasional.
Penulis : Aco Rahman Ismail, ST.,MM adalah Owner Madu Murni Abu Ken/Jurnalis















