Abu Ken : Perbedaan Madu Hutan Dan Madu Ternak

101
Madu Murni Abu Ken, Dari Hutan Kabupaten Konawe dan Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara

Faktual.Net, Kendari, Sultra. Bagi para penikmat madu, tentunya sudah sangat sering mendengar istilah lebah hutan yang menghasilkan madu hutan dan lebah ternak yang menghasilkan medu ternak. Muncul pertanyaan, apa sih perbedaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah hutan (baca : madu hutan) dan madu yang dihasilkan oleh lebah ternak (madu ternak)?

Jawabannya adalah banyak perbedaan antar madu hutan dan madu ternak, tentunya masing-masing punya kelebihan dan punya kekurangan. Berikut kami akan rincikan secara singkat 4 perbedaan antara madu hutan dan madu ternak.

1. Jenis Lebah.

Di alam liar ada 4 jenis lebah yang menghasilkan madu yakni : Apis Dorsata, Apis Melifera, Apis Cerana dan Trigona. Dari 4 jenis lebah yang telah disebut, 3 bisa diternak dan 1 tidak bisa. Lebah Apis Dorsata adalah lebah liar, ganas dengan ukuran besar yang sampai saat ini belum ada yang berhasil menternakannya. Untuk madu hutan berasal dari jenis lebah Apis Dorsata sedangkan madu ternak berasal dari jenis lebah Apis Cerana, Apis Melifera dan Trigona.

2. Kandungan Madu
Secara umum, setiap madu memiliki kandungan yang sama. Tetapi secara khusus juga memiliki perbedaan kandungan komposisi madu yang dihasilkan dari jenis lebah yang berbeda-beda. Perbedaan khusus kandungan madu ini di akibatkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi komposisi kandungan madu seperti : perbedaan tempat sarang lebah, perbedaan sumber makanan lebah dan perbedaan habitat lebah. Kandungan air pada madu hutan Indonesia : Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi : lebih tinggi dari pada madu ternak, sehingga madu hutan mentah akan terlihat lebih encer. Kisaran kandungan air madu hutan Indonesia antara 22 %-26%.

Baca Juga :  3.500 Sertifikat Tanah Program PTSL Dibagikan di Jakarta Utara
Madu Ternak Abu Ken Dari Lebah Jenis Trigona

3. Sarang Lebah
Perbedaan lain madu hutan dan madu ternak ada pada tempat sarang lebah. Untuk madu hutan, tempat sarang lebah ada di pohon (ranting, batang) dan ada juga yang dibuat oleh lebah hutan di celah-celah batu. Sedangkan sarang lebah ternak adalah berada di dalam kotak stup tempat penangkarang sehingga proses panen lebih mudah dari pada madu hutan.

4. Rasa, Warna dan Aroma

Perbedaan rasa, warna dan aroma madu hutan lebih beragam disebabkan nektar yang diisap lebah bersifat multiflora. Rasa madu hutan pada umumnya akan lebih tajam dan kaya rasa : manis, asam-manis, manis-pahit, asam-pahit dan tidak akan selalu sama persis karena produk alam. Aroma tumbuh-tumbuhan lebih beragam karena berasal dari sumber nektar yang beragam. Warna madu hutan juga akan terlihat lebih keruh karena bee pollen, propolis, royal jelly yang ikut terlarut di dalam madu hutan murni. Tidak di proses untuk dipisahkan seperti yang sering dilakukan pada madu ternak.

Baca Juga :  Seminar dan Gathering Building Engineer Association (BEA) Indonesia Tahun 2019

Untuk mendapatkan madu murni, para penikmat madu bisa mendapatkannya di UD Ken Food. Kami menyediakan Madu Murni kualitan terbaik dengan merek Abu Ken, baik Madu Hutan yang dipanen dari hutan Latoma (Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara) dan hutan Uesi (Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara) ataupun Madu Ternak dari lebah Trigona yang dipanen dari peternakan di Talumbinga (Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara).

Hubungi Kami via WA : 082292600735, FB : Aco Rahman Ismail, IG : @acorahmanismail

Redaksi, Foto : Madu Murni Abu Ken

Berikan Komentar Anda Pada Berita Ini
Bagikan :