Faktual.net, Kendari, Sultra. Memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke – 55 Provinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Buton Utara tak ketinggalan menampilkan produk unggulannya apalagi kalau bukan padi organik yang sudah terkenal baik tingkat lokal maupun nasional.
Pameran memperingati HUT Sultra tahun ini yang di gelar selama seminggu (23-27 April 2019), masing-masing kabupaten/kota se-Sultra tak ketinggalan memamerkan berbagai unggulan yang menjadi ciri khas dari 17 kabupaten/kota se-Sultra, mulai dari capaian program hingga hasil nyata berupa produk yang menjadi ciri khas tiap kabupaten/kota.
Pimpinan daerah pun tak ketinggalan mengawal stand kabupaten/kota masing-masing, seperti halnya Bupati Kabupaten Buton Utara Abu Hasan, ditemui di lokasi pameran Presidium KAHMI Sultra ini nampak enjoy berada di stand kabupatennya, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Butur Sitti Rabiah Abu Hasan, menjelaskan tampilan produk khas Butur berupa padi organik.
“Produk andalan dari Butur padi organik, merek pasarannya Wakawondu terdiri dari beras merah, beras coklat, ciri khas Wakawondu wangi dan pulem. Ada lagi jenis Wangkariri lebih pulem lagi, kalau beras hitam namanya Wakombe yang tinggi serat dan memiliki khasiat antioksidan, bagi penderita diabetes lebih cocok mengkomsumsi beras Watanta,” jelas Abu Hasan mantan aktivis HMI ini di dampingi Ketua Tim Penggerak PKK Butur Siti Rabiah Abu Hasan, yang nampak sangat memahami betul tiap jenis produk padi organik unggulan daerahnya.
Setiap produk padi organik ditampilkan dengan kemasan menarik dengan tujuan tidak hanya untuk dipamerkan serta dijual, juga untuk memperkenalkan kepada masyarakat Sultra bahwa Kabupaten Butur identik dengan padi organik, selain hasil alam dan pertanian lainnya.
“Visi Kabupaten Buton Utara mewujudkan masyarakat yang sejahtera berbudaya dan religius, tentunya harus dengan langkah nyata tidak sekedar slogan, produk andalan padi organik salah satu dari beberapa hasil daerah di Butur yang ditampilkan pada pameran ini. Kami harap dari HUT Sultra dapat memberi informasi kepada pemerintah Sultra bahwa Butur terus menjaga keberlangsungan padi organik, juga masyarakat termotivasi untuk mengkonsumsi beras organik. Jika butuh padi organik di Butur tersedia,” kata Abu Hasan.
Reporter : Gebye Marini
















